Ekonomi dan Bisnis

Nasib Pengusaha Karet Kalsel Sangat Tergantung Harga Karet di Pasar Dunia

Pada tahun 2016, produksi karet oleh GAPKINDO sebesar 3,2 juta ton, hanya sebagian kecil saja yang diserap untuk pasar lokal.

Nasib Pengusaha Karet Kalsel Sangat Tergantung Harga Karet di Pasar Dunia
banjarmasinpost.co.id/sudarti
Beberapa pekerja di PT Insan Bonafide Banjarmasin sedang melakukan olah produksi crumb rubber, Sabtu (13/2/2016) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pengusaha karet di Kalimantan Selatan (Kalsel) berharap pemerintah khususnya pemerintah pusat untuk segera tingkatkan penyerapan karet untuk kebutuhan lokal.

Dijelaskan Dijelaskan Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (GAPKINDO) Kalsel Andreas, seharusnya pemerintah bisa mendorong penyerapan karet lokal untuk produksi barang jadi dalam negeri.

Pada tahun 2016, produksi karet oleh GAPKINDO sebesar 3,2 juta ton, hanya sebagian kecil saja yang diserap untuk pasar lokal dan selebihnya diekspor.

Karena itu, pengusaha karet Indonesia sangat rentan dan hampir sepenuhnya bergantung pada harga karet dunia yang saat ini lesu.

Baca: 5 Kerugian Bila Memakai Alat Penyetrum Ikan, Nomor 2 Bikin Kamu Menginap di Hotel Prodeo

"Sekarang harga karet di pasar dunia masih di kisaran USD 1,42 sampai USD 1,45 perkilogram. Paling tidak itu kita berharap tidak di bawah USD 1,5 perkilogram," kata Andreas.

Padahal jika produksi karet nasional diserap di pasar sendiri, otomatis pasokan karet dunia berkurang dan harga karet di pasar dunia bisa meningkat.

Andreas mencontohkan pengaplikasian karet hasil produksi lokal bisa dijadikan bahan tambahan untuk aspal jalan, membuat bendungan, fender karet kapal dan banyak lagi.

Karena itu ia berharap pemerintah tidak lagi memberikan izin investasi modal asing untuk membangun pabrik crumb rubber di Indonesia.

Baca: Wuih, Gubernur Kalsel, Wali Kota dan Bupati Sudah Berselfie di Bukit Mawar, Ini Lagi Ngehits Loh

Karena saat ini, kapasitas pengolahan pabrik crumb rubber di Indonesia sudah mencapai 5 juta ton lebih, namun produksinya mentok di kisaran 3 juta ton lebih karena kekurangan bahan baku.

"Kalau mau masuk investasi asing alirkan untuk membuat industri hilir di Indonesia untuk mengolah jadi produk akhir, jadi pasokan dari pabrik crumb rubber bisa terserap. Jangan malah pabrik crumb rubber ditambah terus," terang Andreas.

Saat ini harga pembelian karet dari petani oleh pabrik untuk karet dengan kadar karet kering (K3) 100 % berada di kisaran harga Rp 16.000 hingga Rp 17.000 perkilogram. (*)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved