Berita Banjarmasin

NEWSVIDEO: Modal Murah, Mahasiswa ULM Pun Nikmati Bermain Saham

Asyik memantau pergerakan saham, itulah aktivitas rutin Resky dan teman-temannya yang tergabung dalam Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) FEB ULM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - SENYUM semringah ditunjukkan Resky Ramadhan saat memasuki Galeri Bursa Efek Indonesia (BEI) di lantai dua Gedung Baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Senin (16/10/2017) siang.

Di sana sudah ada belasan rekannya yang terlihat sibuk dengan laptop dan smartphone masing-masing. Bukan memantau media sosial atau mengerjakan tugas kuliah, tapi mereka tampak asyik memantau pergerakan saham dari gawai masing-masing.

Tak butuh waktu lama, mahasiswa semester lima FEB ULM itu pun segera bergabung dengan membuka gawainya sendiri.

Itulah aktivitas rutin Resky dan teman-temannya yang tergabung dalam Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) FEB ULM. Sebagian mahasiswa di fakultas ini ternyata memiliki kesibukan yang menghasilkan rupiah.

Baca: Dinilai Potensial, BEI Dorong Sejumlah Perusahaan Lokal di Kalsel Go Public

Di sela jam kuliah, mereka asyik trading saham. Ya, hal ini dimungkinkan karena untuk mulai berinvestasi modal yang diperlukan tergolong murah yaitu hanya sebesar Rp 100.000. Meskipun masih dalam skala kecil, namun sebagian mengaku sudah merasakan manisnya berinvestasi saham.

Seperti Resky yang mampu membeli berbagai gadget terbaru dari hasil keuntungan jual beli saham. Setidaknya gadget seperti Meizu, Samsung, dan Xiaomi senilai lebih Rp 6 juta telah dimilikinya.

Mampu membeli berbagai gadget terbaru dari hasil keuntungan jual beli saham seperti yang dicapai Resky juga ternyata tidak mudah. Dengan modal yang tergolong masih sedikit, menganalisa dan meminimalkan potensi kerugian ternyata sangat penting dan cukup memakan waktu.

Baca: Persib Vs Madura United, Imbang Lagi, Maung Bandung Cetak Sejarah

Resky yang juga Ketua KSPM FEB ULM ini mengaku menikmati berinvestasi saham. Meskipun hampir setiap waktu memelototi layar gawainya untuk memantau pergerakan saham. "Walau modal masih kecil, rugi sedikit juga rasanya berat. Jadi benar-benar harus jeli," katanya.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help