Berita HSU

Wajib Periksa Kedaluwarsa Jamu Kemasan, Penjual Jamu Gendong Malah Cerita Bahan Alami yang Dipakai

Guna mendapatkan pengetahuan bagaimana cara pengolahan jamu dan jenis jamu kemasan apa saja yang boleh diperjual belikan.

Wajib Periksa Kedaluwarsa Jamu Kemasan, Penjual Jamu Gendong Malah Cerita Bahan Alami yang Dipakai
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Para penjual jamu gendong Amuntai HST 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Program Bude Jamu alias bugar dengan jamu menjadi salah satu upaya Dinas Kesehatan untuk membina para pedagang jamu gendong agar bisa bersama sama dengan pemerintah untuk membudayakan penggunaan tanaman kesehatan di kalangan masyarakat.

Dengan pengolahan yang benar maka jamu tradisional juga memiliki banyak manfaat untuk tubuh dan kesehatan. Karenanya para penjual jamu gendong di HSU dikumpulkan untuk mendapatkan sosialisasi dan penyuluhan.

Guna mendapatkan pengetahuan bagaimana cara pengolahan jamu dan jenis jamu kemasan apa saja yang boleh diperjual belikan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten HSU dr Agus Fidliansyah yang juga menghadiri kegiatan tersebut mengatakan banyaknya penjual jamu gendong di Kabupaten HSU menjadi salah satu bukti bahwa masih banyak masyarakat yang gemar mengonsumsi jamu tradisional.

Baca: Persib Vs Madura United, Imbang Lagi, Maung Bandung Cetak Sejarah

Hal ini membuat Dinas Kesehatan juga memberi perhatian kepada mereka agar jamu yang dijual tetap aman dikonsumsi masyarakat.

"Proses pembuatannya harus mengutamakan kebersihan, serta menggunakan air bersih dan dimasak hingga mendidih," ujarnya.

Sekitar 40 penjual jamu gendong juga menceritakan beberapa rempah rempah yang biasa dipergunakan. Dan seluruhnya merupakan bahan alami tanpa dicampur dengan pewarna ataupun perasa.

"Sebagian penjual jamu juga menjual jamu kemasan, mereka juga kami beri sosialisasi ciri ciri jamu yang boleh dijual seperti tercantum dalam BPOM dan masih dalam masa yang boleh dikonsumsi," ujarnya.

Agus mengingatkan kepada para penjual jamu gendong untuk senantiasa mengecek izin BPOM dan masa kadaluarsa jamu kemasan yang akan disajikan kepada pembeli.

Baca: Inilah yang Membuat Warga HST Tergiur Usaha Sarang Walet

Sosialisasi ini disambut baik oleh para penjual jamu, Tari warga Palampitan misalnya, setiap hari dirinya berjualan jamu keliling kepada masyarakat bahkan ke kantor pemerintah. Beberapa ASN menjadi langganan setianya, jamu beras kencur atau kunyit asam menjadi menu wajib yanh dibawanya. Dan paling banyak dipesan oleh pembeli, selain menjual jamu siap minum Tari juga menjual jamu kemasan.

Jamu kemasan yang dibeli memiliki ijin edar dan telah termasuk di BPOM. "Saat membeli juga dipilih kadaluarsa yang paling lama agar lebih awet, beberapa pembeli ada yang mencampurnya dengan telur ayam kampung yang juga selalu saya bawa," ujarnya.(*)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved