Berita Banjarmasin

Tarif Atas Bawah Taksi Online Sudah Ditentukan, Ternyata Kelompok Ini yang Diuntungkan

Menurut Jeffri, pengaturan batas wilayah dan kuota taksi online tak masalah bagi para pengemudi.

Tarif Atas Bawah Taksi Online Sudah Ditentukan, Ternyata Kelompok Ini yang Diuntungkan
Ilustrasi
the beijinger 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Para pengemudi taksi online Banjarmasin dan Banjarbaru yang tergabung dalam paguyuban taksi online, menyambut baik revisi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek alias taksi online.

Jeffri Halim, kuasa hukum Paguyuban Driver Taksi Online Banjarmasin dan Banjarabaru, Jumat (20/10), dengan adanya stiker berarti keberadaan sopir taksi online itu ditandai. Para sopir taksi online minta jaminan dari aparat penegak hukum dan pihak lainnya untuk keamanan di lapangan. Dengan diberi stiker, siapa pun akan bisa melihat keberadaan taksi online.

“Jika tarif atas dan tarif bawah diatur, justru itu menguntungkan para driver online karena pendapatan mereka akan naik,” cetusnya.

Menurut dia, pengaturan batas wilayah dan kuota taksi online tak masalah bagi para pengemudi. Terpenting, tak ada lagi gesekan di lapangan dengan taksi konvensional. Disebutkan dia, keberadaan taksi online cukup banyak menyerap tenaga kerja lokal. Warga yang awalnya pengangguran akhirnya bisa mencari nafkah karena masuknya aplikasi taksi online.

Baca: Ini Dia Tarif Batas Atas dan Bawah Bagi Angkutan Online, Jangan Sampai Ditipu Sopir Ya!

Baca: Taksi Online di Kalsel Bisa Beroperasi, Ketua Organda: Zaman Sudah Berubah

“Banyak warga akhirnya teredukasi perkembangan teknologi. Bagi warga yang bergabung dengan taksi online, mau tak mau belajar teknologi untuk mencari nafkah,” ujarnya.

Yang jelas, dia berujar, revisi dari Permenhub Nomor 26 Tahun 2017 sangat menggembirakan sopir taksi online. “Taksi online tak pernah mengharapkan keberadaan taksi konvensional dihapuskan. Sesuai pesan Presiden Jokowi, taksi online bisa jalan, dan taksi konvensional juga bisa ada,” ucapnya.

Dikatakannya, imbauan Dirlantas Polda Kalsel yang akan menindak berupa penilangan terhadap taksi online yang masih beroperasi, itu berbanding terbalik dengan kebutuhan anggota kepolisian sendiri ternyata juga membutuhkan taksi online.

“Beberapa kali rekan driver online dipesan oleh anggota Polda, yakni menjemput polisi di Polda dan di kompleks kepolisian Bina Brata,” bebernya.

Itu sebabnya, sebut dia, diharapkan semua bersabar dan tidak membuat peraturan sendiri. Kata dia, perhitungan taksi online di Banjarmasin dan Martapura sudah mendekati 3.000 unit, baik dari Grab, Gokar dan Uber.
Taat Aturan

Mau baca berita Banjarmasin Post dan Metro Banjar? klik DI SINI

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved