Kriminalitas Kotabaru

Suami Istri Pengedar Zenith di Rampa Nekat Sembunyi dan Merayap 10 Jam di Kolong Rumah

Lukman Hakim alias Babe (48) dan istrinya Sarjanah alias Mama Novi (39) nekat sekitar lebih kurang 10 jam merayap

Suami Istri Pengedar Zenith di Rampa Nekat Sembunyi dan Merayap 10 Jam di Kolong Rumah
BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah
Lukman Hakim alias Babe 

BANJARMASIPOST.CO.ID, KOTABARU - Lukman Hakim alias Babe (48) dan istrinya Sarjanah alias Mama Novi (39) nekat sekitar lebih kurang 10 jam merayap di bawah kolong warga di wilayah Jalan Tititian Beringing, Desa Rampa, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru.

Kendati harus berkumbang lumpur disertai bau comberan dari kolongan rumah warga, tetap mereka lakukan hanya untuk menghindari sergapan anggota Sat Res Narkoba Polres Kotabaru karena mengedarkan obat keras Carnophen alias Zenith.

Sarjanah alias Mama Novi
Sarjanah alias Mama Novi (BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Berawal pada, Sabtu (22/10/2017) sore, anggota yang dipimpin Kasat Res Narkoba AKP Margono ingin melakukan penangkapan terhadap pasutri tersebut tidak berhasil karena keduanya kabur ke kolong rumah.

"Karena mereka kabur ke kolong rumah dan bau comberan, jadi ya anggota tidak turun. Tapi tetap ditunggu," kata Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto Sik melalui Kasat Res Narkoba AKP Margono, Minggu (23/10/2017) sore.

Faisal
Faisal (BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Namun karena tidak tahan berlama-lama di bawah kolong rumah, Minggu (23/10/2017) pagi pasutri ini berhasil ditangkap. Setelah anggota mendapat laporan warga yang memberitahukan ada dua orang yang berada di kolong rumah.

Menurut Margono, selain berhasil mengamankan pasutri yang diketahui baru sebulan bebas dari Lapas dengan kasus yang sama, juga diamankan barang bukti 400 butir zenith di rumahnya.

"Baru sebulan mereka keluar dari Lapas. Kasusnya sama," katanya.

Ditambahkan Margono ditangkapnya kembali pasutri ini, berawalnya anggotanya meringkus Adnan saat mengedarkan zenith kepada seorang pembeli.

Adnan
Adnan (BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Saat interogasi, Adnan mengaku, obat sediaan farmasi yang dicabut izin edarnya itu, ia dapatkan dari Sarjanah dan Babe.

Sementara saat menjalani pemeriksaan, Sarjanah dan Babe mengaku, zenit diperoleh dari anak menantunya, Faisal.

"Faisal kami tangkap di Desa Sungaipinang, Kecamatan Pulaulaut Tengah. Dari Faisal ditemukan 7 butir zenith dan puluhan bungkus zenith kosong," jelasnya.

Hal ini merupakan modus baru dilakukan para pengedar zenith upaya menghilangkan barang bukti.

"Jadi kalau ada yang membeli langsung makan di tempat. Di rumah disediakan air mineral," tandasnya. (BANJARMASINPOST.CO.ID/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help