Kalsel Banjir Mainan Non SNI

NEWS ANALYSIS Ketua YLK Banjarmasin Hasbi Mahbara: Perlu Tindakan Hukum

Meskipun telah banyak dan sering dilakukan pengawasan, masih saja ditemukan mainan tak ber-SNI dan tanpa label bahasa Indonesia

NEWS ANALYSIS Ketua YLK Banjarmasin Hasbi Mahbara: Perlu Tindakan Hukum
Baca Lebih Lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Selasa (24/10/2017) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Berdasar hasil temuan, saya berharap ada tindakan hukum yang dilakukan pemerintahan kepada para pelaku usaha. Entah itu mengambil barang atau mencabut izin usaha mereka.

Tidak hanya pembinaan dan pengawasan. Ini perlu ada tindakan hukum dari pemerintah. Disperindag bisa bekerja sama dengan kepolisian.

Meskipun telah banyak dan sering dilakukan pengawasan, masih saja ditemukan mainan tak ber-SNI dan tanpa label bahasa Indonesia.

Jadi, agar para pelaku usaha benar-benar tahu, maka jangan pembinaan saja.

Baca: Mengejutkan, Petugas Disperindag Temukan 30-40 Persen Mainan di Dua Toko Ini Tak Ber-SNI

Apalagi penemuan di dua toko itu mencapai 30 hingga 40 persen mainan tanpa SNI dan label bahasa Indonesia.

Padahal, apabila memang benar ada, maka ketika petugas datang memeriksa, pelaku usaha bisa memperlihatkan SNI atau label bahasa Indonesia meskipun hanya dalam bentuk kertas.

YLK Banjarmasin tidak ada wewenang sebagai eksekutor. Yang pasti, bahayanya mainan anak tanpa SNI, dikhawatirkan ketika anak tidak dalam pengawasan orangtua, maka mainan tersebut dimakan atau masuk ke mulut.

Sedangkan untuk bahannya tidak memenuhi standar. Mainan tanpa SNI akan bahaya untuk anak. (ell)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved