Ekonomi dan Bisnis

Bloomberg Mencatat Rupiah Mendekati 13.600 Per Dolar, Ini Penyebabnya

Rupiah kian merunduk di hadapan dolar AS. Mata uang Garuda sudah hampir menyentuh level Rp 13.600 per dolar AS.

Bloomberg Mencatat Rupiah Mendekati 13.600 Per Dolar, Ini Penyebabnya
tribun jabar
Petugas teller melayani penukaran mata uang dolar AS dengan rupiah di Bank Mutiara. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Rupiah kian merunduk di hadapan dolar AS.
Mata uang Garuda sudah hampir menyentuh level Rp 13.600 per dolar AS.

Mengutip Bloomberg, Rabu (25/10/2017) pukul 15.14 WIB, di pasar spot, nilai tukar rupiah melemah 0,29% ke Rp 13.573 per dolar AS.

Ini level terlemah sejak Juni 2016. Sedangkan, indeks dollar terus bergerak menguat ke level 93,967.

Analis Pasar Uang Mandiri Tbk, Rully Arya Wisnubrata, menyebut pelemahan mata uang Garuda masih terimbas banyaknya sentimen positif yang menyelubungi dolar AS saat ini.

"Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada Desember itu sekitar 80% dan bisa semakin naik, juga Fed masih terus melakukan normalisasi aset. Inilah yang akhirnya mampu mendongkrak tenaga dolar AS," paparnya, Rabu.

Selain itu, Rully bilang, ekonomi AS saat ini memang berjalan baik, inflasi AS sedikit demi sedikit meningkat.

"Juga adanya capital outflow yang membuat pasar obligasi AS ramai," imbuhnya.

Saat ini pasar juga masih menanti kandidat pengganti Gubernur The Fed Janet Yellen yang akan dipilih oleh Presiden AS Donald Trump.

"Sebenarnya pasar masih berharap Yellen yang akan kembali melanjutkan posisi Gubernur The Fed, tetapi dua kandidat baru yakni Jerome Powell dan John Taylor disebut-sebut lebih hawkish, dan pasar juga memberikan respon yang positif," terang Rully.

Adapun Rully meramalkan, di akhir tahun rupiah dapat bertengger di area Rp 13.500-Rp 13.600 per dolar AS.

"Yang pasti, jika sudah terlalu tinggi pasti Bank Indonesia akan kembali menjaga. Saat ini dominasi faktor eksternal masih lebih kuat ketimbang faktor domestik yang padahal masih cukup bagus," ungkap Rully.

Di sisi domestik, sejatinya data ekonomi dan politik tidak terdapat gejolak yang dapat mematikan rupiah.

Hanya saja, data-data tersebut belum mampu menyokong rupiah untuk unggul melawan dolar.

Data itu hanya mampu menahan agar rupiah tidak jatuh sangat dalam.

Namun, untuk jangka pendek, prediksi Rully, rupiah masih berpeluang lanjutkan pelemahan di kisaran Rp 13.495-Rp 13.595 per dolar AS. Sedangkan untuk Kamis (26/10), kurs rupiah berpotensi bergerak di rentang Rp 13.550-Rp 13.595 per dolar AS. (KONTAN.co.id)

Editor: Ernawati
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved