Kampusiana

Kalau STMIK Indonesia Banjarmasin Ada KSPM di Kampusnya, Ini Kemudahan yang Didapat

Harry menilai adanya KSPM berperan besar sebagai motor penggerak keaktifan baik dari sisi transaksi maupun edukasi di pasar modal.

Kalau STMIK Indonesia Banjarmasin Ada KSPM di Kampusnya, Ini Kemudahan yang Didapat
Achmad Maudhody
Kepala Pengembangan Wilayah Bursa Efek Indonesia (BEI) Harry Prasetyo yang hadir dan meresmikan langsung Galeri Investasi BEI di Kampus STMIK. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepala Pengembangan Wilayah Bursa Efek Indonesia (BEI) Harry Prasetyo yang hadir dan meresmikan langsung Galeri Investasi BEI di Kampus Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Indoensia Banjarmasin harapkan kampus segera bentuk kelompok studi pasar modal (KSPM).

Harry menilai adanya KSPM berperan besar sebagai motor penggerak keaktifan baik dari sisi transaksi maupun edukasi di pasar modal.

Hal ini sejalan dengan tujuan utama dibentuknya Galeri Investasi BEI yang selain untuk mengedukasi dan mengajak mahasiswa sebagai investor pasar modal tapi juga untuk fungsi edukasi ke masyarakat di sekitar kampus.

"Otomatis kalau ada pengurus dan komunitas nantinya ada kegiatan edukasi yang konsisten selain juga aktifitas jual beli saham," kata Harry.

Saat ini dari 313 Galeri Investasi BEI di Indonesia, baru ada sekitar 117 KSPM yang dibentuk. BEI sebenarnya memiliki beberapa program khusus yang melibatkan para anggota KSPM di kampus-kampus di seluruh Indonesia.

Beberapa kegiatan diantaranya berupa lomba keaktifan transaksi galeri hingga kegiatan kunjungan ke lokasi perusahaan emiten-emiten yang sudah melantai di bursa efek.

Sependapat dengan Harry, Ketua STMIK Indonesia Banjarmasin Husnul Maad mengatakan dalam waktu dekat akan membentuk kepengurusan KSPM di kampusnya. "Tentu kami akan dukung ini, secepatnya akan dibentuk," kata Husnul.

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help