News Video

VIDEO: Kemeriahan Kirab Santri 2017 Keliling Kota Martapura Kabupaten Banjar

Tabuhan rebana disertai berbagai yel-yel terdengar riuh di halaman Kantor Pemkab Banjar, Selasa (14/10/2017) malam.

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Tabuhan rebana disertai berbagai yel-yel terdengar riuh di halaman Kantor Pemkab Banjar, Selasa (14/10/2017) malam.

Tidak hanya itu, masyarakat juga disuguhkan dengan menyalanya ratusan api obor masing-masing peserta.

Peserta kirab yang sudah bersiap dengan berbagai propertinya, malam itu dilepas langsung oleh Bupati Banjar, KH Khalilurrahman.

Mereka melewati rute dari halaman Pemkab Banjar, depan Mesjid Al Karomah, hingga memutar balik menuju Lapangan RTH Ratu Zalecha Martapura.

Seorang perwakilan grup kirab santri asal Ponpes Syafaat Bukhari Muslim, Sayyid Faruq mengaku sangat senang bisa kembali berpartisipasi dalam pelaksanaan kirab santri tersebut.

Bahkan saking antusiasnya mereka ingin meraih juara satu pada kirab santri 2017 ini, rela mempersiapkan diri sebulan sebelumnya.

"Betul, untuk persiapan sudah sebulan sebelumnya kami lakukan. Terutama saat membuat properti replika mesjid, membutuhkan waktu lama. Dan Insha Allah dengan kerja keras tersebut, harapan tahun ini meraih juara satu, " tutup santri Ponpes Syafaat Bukhari Muslim Desa Sungai Landas Kecamatan Karang Intan itu.

Sementara Ketua Pelaksana, dr Diaudin Badrudin mengatakan animo peserta kirab santri kali ini terbilang sangat tinggi.

Bahkan meski pelaksanaan kirab santri sudah memasuki hari 'H', namun tidak menyurutkan peserta lainnya mendaftarkan diri.

"Betul, tadinya peserta yang mendaftar hanya sekitar 21 pondok pesantren saja. Tapi hari (Selasa 24/10/2017) ini, bertambah menjadi 26 Ponpes seluruh Kabupaten Banjar. Dibanding tahun lalu, total Ponpes yang berpartisipasi juga meningkat 100 persen, " jelasnya.

Sedangkan Bupati Banjar, KH Khalilurrahman mengatakan melalui kirab santri tersebut diharapkan bisa menjadi wahana menggali, menggugah serta menggelorakan semangat para santri dalam persatuan dan kesatuan.

"Semangat jiwa kemandirian dan terus berinovasi juga harus dipupuk sejak dini kepada pribadi para santri sebagai generasi yang menjadi pilar penerus cita-cita bangsa. Selain itu para santri juga harus mengembangkan pribadinya baik bermanfaat bagi diri sendiri atau pun masyarakat, " papar pria yang akrab disapa Guru Khalil itu. 

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help