Berita Hulu Sungai Tengah

539 Hektare Lahan Pertanian di HST Telah Diasuransikan

Seperti banjir, kekeringan dan kebakaran. Sebanyak 539 hektare areal tanam pertanian milik petani yang tergabung dalam Gapoktan

539 Hektare Lahan Pertanian di HST Telah Diasuransikan
Istimewa
Bupati HST H Abdul Latif dan muspida, saat taman perdana padi di sawah warga Desa Cukan Lipai Kecamatan Batangalai Selatan, HST. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Sejumlah petani di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, kini punya jaminan jika mereka gagal panen. Baik akibat hama penyakit, maupun bencana alam

Seperti banjir, kekeringan dan kebakaran. Sebanyak 539 hektare areal tanam pertanian milik petani yang tergabung dalam Gapoktan, kini telah masuk program asuransi usaha tani padi (AUTP), melalui Jasa Indonesia (Jasindo).

Kepala Dinas Pertanian HST H Zainudin, menjelaskan, tiap bulan, petani Cuma membayar Rp 36 ribu per hectare per musim tanam. “Jika nanti gagal panen, akibat hama dan bencana alam, mereka mendapatkan ganti rugi Rp 6 juta per hectare. Sampai sekarang yang masuk 539 hektare. Yang mengajukan klaim karena gagal pane nada 177,75 hektare. Sedangkan yang sudah dibayar pihak asuransi sebanyak 5,910 hektare, atau Rp 35 juta,”jelas Zainudin.

Sementaram terkait target program Nasional bersumber dari dana APBN di bidang Pertanian, perkebunan, dan peternakan di HST, menurutnya sudah terealialisasi. Program upaya khusus tiga komoditas yaitu padi, jagung, dan kedelai (Pajale) yang dilaksanakan pada 2017 mempunyai target luas tanam 61.089 hektare.

Terdiri musim tanam Oktober-Maret 38.800 hektare dan April-September 22.254 hektare.

"Realisasinya, luas tanam sudah mencapai 58.081 hektare atau sekitar 95 persen. Sisanya sekitar 3.008 hektare, Inshaa Allah akhir Oktober ini tercapai, jika empat Kecamatan, yaitu Pandawan, Labuanamas Utara, Labuanamas Selatan, dan Haruyan keadaaan air di lebak surut, untuk mengejar sisa dari target,” katanya.

Sebelumnya, di berbagai kesempatan pertemuan dengan para petani di HST, Bupati HST H Abdul Latif menyampaikan, sampai saat ini program unggulan HST adalah di sektor pertanian. Untuk itu Pemkab HST menganggarkan hampir Rp10 miliar lebih dana APBD HST untuk kebutuhan Alsintan maupun bibit-bibit pertanian, yang mendukung pengembangan sektor pertanian.

Latif juga berjanji, jika anggaran itu tak cukup, bisa ditambah lagi. “ Kami harapkan, petani melalui Gapoktan benar-benar membuat perencanaan pertanian maupun perkebunan sesuai hasil kajian dari ULM dengan kejelasan luas tanam. Ajukan proposal, sehinga secepatnya kami proses,” katanya

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved