Di HSU, Wanita Usia 19 Tahun Sudah Ada yang Positif Kanker Serviks

Karenanya kanker payudara dan serviks ini perlu menjadi perhatian seluruh pihak, bukan hanya pribadi

Di HSU, Wanita Usia 19 Tahun Sudah Ada yang Positif Kanker Serviks
Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati
Pemerintah Daerah bekerja sama dengan BPJS, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten HSU serta RSUD Pembalah Batung Amuntai menggelar launching program deteksi dini kanker pada perempuan Indonesia. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Pemerintah Daerah bekerja sama dengan BPJS, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten HSU serta RSUD Pembalah Batung Amuntai menggelar launching program deteksi dini kanker pada perempuan Indonesia.

Pengecekan kanker serviks dan payudara yang digelar secara massal ini mendapat perhatian dari banyak masyarakat. Sedikitnya ada 350 orang yang telah terdaftar. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor BKD HSU, Sabtu (28/10/2017).

Plt Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Direktur RSUD Pembalah Batung dr Agus Fidliansyah mengatakan dalamkegiatan ini mendapat dukungan dari bidan di beberapa Puskesmas.

Baca: Inilah Motor Terberat di Dunia, Pakai Mesin Tank Perang Dunia II, Ada yang Bisa Mengendarai?

Meskipun yang mendaftar baru 350 orang namun pihaknya menyediakan alat sebanyak 800 buah sehingga jika terjadi penambahan peserta masih bisa dilakukan pemeriksaan.

Beberapa warga yang masih belum bisa melakukan pemeriksaan karena sedang haid, nifas atau kendala lain bisa melakukan pemeriksaan di seluruh Puskesmas pada hari kerja dan biaya dapat ditanggung menggunakan BPJS atau Kartu Sehat Amuntai (KSA).

Dalam kesempatan itu dokter spesialis kandungan dr Endang Ruslianty Sp. OG mengatakan kanker payudara dan kanker serviks merupakan penyebab tertinggi kematian di dunia. Dan Indonesia merupakan penyumbang tertinggi dimana setiap satu jam meninggal satu orang, sehingga dalam satu hari ada wanita meninggal berjumlah 24 hingga 26 orang.

Baca: Partai Golkar Resmi Usung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar, Siapa Pendampingnya?

Karenanya kanker payudara dan serviks ini perlu menjadi perhatian seluruh pihak, bukan hanya pribadi namun juga kerja sama dengan Pemerintah.

"Penderita kanker serviks tidak memiliki keluhan hingga memasuki stadium lanjut yang biasa merasakan sakit saaat berhubungan badan, jika terlambat terdeteksi dapat akan sangat sulit untuk disembuhkan," ujarnya.

Kanker serviks yang menyerang mulut rahim sendiri di Kabupaten HSU juga perlu perhatian yang cukup besar. Bahkan ada kasus wanita diusia 19 tahun telah positif kanker serviks dan usia 22 telah masuk stadium 2.

"Penyebab di masyarakat beragam, perlu ada penanganan hingga ke tahap pencegahan agar wanita muda di HSU tidak ada lagi yang positif kanker serviks," ujarnya.

Untuk mencegah kanker serviks dan payudara selain melakukaan pemeriksaan rutin juga bisa melakukan vaksinasi.

Terpisah Kepala TP PKK HSU Anisah Rasyidah Wahid mengatakan kegiatan ini merupakan instruksi dari pusat yang dilanjutkan ke daerah.

"Kami berharap seluruh Kader PKK juga mengajak lebih banyak perempuan untuk bisa melakukan pemeriksaan di Puskesmas terdekat," ungkapnya.

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help