Mahasiswi ULM Banjarmasin Ini Sukses Rintis Bisnis Keripik Sayur

Sedikitnya kini Wulan telah memiliki 25 pelanggan tetap, baik di lingkungan minimaket, rumah makan maupun kios makanan lainnya.

Mahasiswi ULM Banjarmasin Ini Sukses Rintis Bisnis Keripik Sayur
istimewa
Rani Wulandari, owner Keripik Sayur Wulan Manis 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -  Ketika perempuan seusianya asyik mencari identitas diri dan menyalurkan hobi, Rani Wulandari justru melakukan hal sebaliknya. Perempuan berusia 21 tahun ini lebih memilih menyibukkan diri mengurusi bisnis kulinernya.

Aktivitas produktifnya itu ia lakoni di sela rutinitas kesehariannya menggali ilmu di kampus. Wulan begitu Rani Wulandari akrab disapa adalah mahasiswa semester tujuh Fakultas Kejuruan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin.

Usaha kuliner yang ditekuni Wulan yakni makanan ringan kemasan. Ia memproduksi keripik bayam (amaranthus sp) dan kelakai (stenochlaena palustris). Tumbuhan ini memang berlimpah di wilayah tropis seperti di Kalimantan Selatan dan Tengah.

Berkat keuletan dan semangatnya yang pantang menyerah, keripik sayur (bayam dan kelakai) produksi Wulan tersebut kini setidaknya telah beredar di dua kota yakni Banjarmasin dan Banjarbaru. Tentunya juga beredar di daerah tempat tinggalnya di Kabupaten Baritokuala.

Sedikitnya kini Wulan telah memiliki 25 pelanggan tetap, baik di lingkungan minimaket, rumah makan maupun kios makanan lainnya.

Hasilnya lumayan, antara lain ia mampu mandiri membiayai kuliahnya dan menabung. “Sebagian saya investasikan dalam bentuk emas,” ucapnya, Jumat (27/10).

Perempuan berhijab ini menuturkan awalnya ia bersama sang ibu memproduksi rempeyek yang dipasarkan di warung-warung sekitar rumahnya.

Lantaran laris, lalu pada 2016 lalu ia mencoba berinovasi membikin keripik bayam dan kelakai. Kebetulan orangtuanya menanam bayam di pekarangan dan kelakai juga cukup berlimpah di kampungnya.

Wulan kemudian mencoba memasarkan ke Banjarmasin. Ia menjual keripik sayurnya itu secara
door to door dari rumah makan ke rumah makan dan dari toko satu ke toko lainnya.

Saat itu banyak yang mengacuhkannya. Ada yang bilang produknya tidak enak, kemasan tidak bagus dan bahkan tak sedikit yang merasa terganggu oleh kedatangannya menwarkan produk.

Selengkapnya simak di koran Banjarmasin Post edisi Minggu (29/1/2017).

(idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: Idda Royani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved