Berita Hulu Sungai Utara

RSUD Pambalah Batung Bakal Tinggikan Corong Incinerator, Ternyata Ini Penyebabnya

Untuk sampah dari apotek rumah sakit berupa bungkus bekas bungkus obat obatan berupa kertas dan plastik biasanya langsung dibakar.

RSUD Pambalah Batung Bakal Tinggikan Corong Incinerator, Ternyata Ini Penyebabnya
Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurnia Wati
Kawasan RSUD Pambalah Batung 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Limbah dari rumah sakit ataupun Puskesmas berupa sampah padat, cair dan gas. Dimana untuk pemusnahannya melalui beberapa proses. Direktur RSUD Pambalah Batung Agus Fidliansyah mengatakan untuk limbah padat kembali dibedakan menjadi dua yaitu limbah medis dan non medis. Limbah medis sendiri terdiri dari infeksius dan non infeksius.

Sedangkan untuk limbah nonmedis sebagian bekerja sama dengan Dinas kebersihan. "Seperti sampah sisa makanan, sedangkan limbah medis dimusnahkan menggunakan incenerator," ungkapnya.

Untuk sampah dari apotek rumah sakit berupa bungkus bekas bungkus obat obatan berupa kertas dan plastik biasanya langsung dibakar.

Pembakaran limbah medis menggunakan incinerator yang dimiliki rumah sakit, dengan kapasitas hingga satu kubik. Sehingga limbah medis dapat langsung dimusnahkan dalam satu hari karena limbah medis yang dihasilkan tak sebanyak itu.

Baca: Barito Putera Vs PSM Makassar, Imbang 2-2, Laskar Antasari Pertahankan 2 Catatan Apik Ini

"Limbah medis selalu dibakar setiap hari, tidak pernah tertahan hingga beberapa hari, karenanya incenerator beroperasi setiap hari," ujarnya. Dalam sekali pembakaran membutuhkan waktu pembakaran satu hingga tiga jam dengan pembakaran sekitar 1000 derajat.

Proses yang sama juga dilakukan oleh Puskesmas, meskipun belum seluruhnya memiliki incenerator namun masih bisa ditangani oleh puskesmas yang memiliki incenerator.

Baca: Klasemen Liga 1 Pekan 32 Usai Barito Putera Imbangi PSM, Juku Eja ke Puncak, Persiba Degradasi

Untuk sampah kertas berupa bungkus bekas obat masih ujar Agus tidak masalah jika dibuang melalui dinas kebersihan, seperti yang dilakukan oleh apotek yang memang tidak dilengkapi oleh incenerator.

Untuk Incenerator sat ini hanya tersedia di Puskesmas Banjang, Sungai Malang, Sungai Pandan dan Sungai Karias. Namun anggaran untuk melakukan pemusnahan tetap dianggarkan sehingga puskesmas yang belum memiliki incinerator bisa menggunakan puskesmas yang ada di puskesmas lain.

Halaman
12
Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help