Berita Hulu Sungai Tengah

Gaun Cantik Buatan Santri Darul Istiqamah Ini dari Sampah, Sering Dipakai untuk Ini

Hasilnya, sampah plastik itupun berubah menjadi produk bernilai seni dan kreativitas tinggi. Gaun-gaun cantik itu, diperagakan para model

Gaun Cantik Buatan Santri Darul Istiqamah Ini dari Sampah, Sering Dipakai untuk Ini
hanani
Gaun dari hasil daur ulang sampah plastik, karya santri Darul Istiqamah Barabai, yang diperagakan pada Hari Santri Nasional, di lapangan Dwiwarna Barabai, Senin (30/10/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Memanfaatkan sampah plastik, untuk didaur ulang menjadi produk berguna, dilakukan para santri Ponpes Modern Darul Istiqamah Puteri (DIP), Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Aneka plastik bekas produk kemasan, seperti kemasan sabun cuci, kantong kresek, hingga kertas, mereka memanfaatkan untuk membuat gaun indah dan cantik.

Hasilnya, sampah plastik itupun berubah menjadi produk bernilai seni dan kreativitas tinggi. Gaun-gaun cantik itu, diperagakan para model dari santri DIP , pada peringatan Hari Santri Nasional, di Lapangan Dwiwarna, Barabai, Senin (30/10/2017). Adalah Ratu Salwa siswa kelas XI Aliyah DI, yang hari ini memeragakan gaun rancangannya sendiri.

Ratu, santri dari ALabio, HSU, ini memerlukan waktu satu minggu, membuat gaun rancanangannya. “Saya kumpulkan dari sampah plastik bekas sabun cuci, eks karung gula, serta kantong kresik dan bekas plastik bekas tutup plafon ponpes,”kata Ratu kepada BPost Online.

Baca: Santri Darul Istiqamah Barabai Ini Layak Diacungkan Jempol, karena Prestasi Ini

Gaun dari hasil daur ulang sampah plastik, karya santri Darul Istiqamah Barabai, yang diperagakan pada Hari Santri Nasional, di lapangan Dwiwarna Barabai, Senin (30/10/2017).
Gaun dari hasil daur ulang sampah plastik, karya santri Darul Istiqamah Barabai, yang diperagakan pada Hari Santri Nasional, di lapangan Dwiwarna Barabai, Senin (30/10/2017). (hanani)

Pemanfaatan bahan sampah menjadi barang seni tersebut, kata Ratu sebagai upaya para santri mengurangi pencemaran lingkungan dari sampah nonorganik. “Alhamdulillah lingkungan Ponpes kami bersih dari sampah plastik, karena semuanya didaur ulang, ” ungkapnya.

Meski gaun dari plastik itu tak bisa digunakan sehari-hari, setidaknya kata Ratu bisa dipakai saat karnaval, atau kegiatan lainnya.

“Saya sudah bikin lima gaun dari sampah plastik dan kantong kresek. Dijahit sendiri dibantu ibu saya. Alhamdulillah sering dipinjam buat pameran, atau karnaval,”katanya.

Azmi Azzahra, siswa kelas X, juga salah satu santri yang memeragakan gaun plastik. Namun, gaun itu dirancang secara kelompok per angkatan. “Untuk desain rancangan bajunya, kami terinspirasi dari puteri prozen. Kalau bahan mahkotanya terbuat dari bamboo. Menjahitnya pakai jahitan tangan saja. Tidak pakai mesin,” tutur Azmi.

Menurut Azmi, sebagai santri dia dan teman-temannya dididik para ustadz/ustazah untuk kreatif dan bisa menciptakan inovasi. ‘Salah satunya, membuat produk daur ulang sampah plastik ini,” tuturnya. Gaun itupun sering mereka pakai saat pertunjukkan, baik saat di sekolah maupun acara di luar sekolah, seperti peringatan HSN.

“Kami ingin memberi contoh pada masyarakat, agar tak membuang sampah begitu saja, yang berpotensi merusak lingkungan dan mengakibatkan banjir,”pungkasnya. Sementara, Pengasuh Ponpes Puteri DI, HJ SIti Salehah menyatakan di Ponpes Modern itu, para siswa diberi keleluasaan untuk membuat karya apapun.

“Alhamdulillah siswa kami sangat kreatif dan banyak yang berjiwa seni. Mereka punya banyak talenta, yang di Ponpes ini diakomodasi, baik itu karya seni atau prestasi di bidang lainnya,” katanya.

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help