Ekonomi dan Bisnis

Perusahaan Pembiayaan Reguk Keuntungan Saat Ekonomi Lesu

Perekonomian yang lagi lesu tidak memberikan dampak negatif bagi perusahaan pembiayaan atau perkreditan.

Perusahaan Pembiayaan Reguk Keuntungan Saat Ekonomi Lesu
Antara
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Perekonomian yang lagi lesu tidak memberikan dampak negatif bagi perusahaan pembiayaan atau perkreditan. Bagi perusahaan pembiayaan atau kredit justru saat kondisi ekonomi demikian tumbuh cukup menggembirakan.

Branch Manager MNC Finance, M Sarpudin mengatakan, kalau kenaikan jualan sekitar 10 persen sampai 15 persen. Programnya banyak kepada mitra atau agen.

"Kalau nilai gabungan sama jual beli dan pinjaman dana target Rp 5 miliar per bulan, khusus pinjaman dana yang digelontorkan Rp 1,5 miliar. Kenaikan ini karena kami berikan kemudahan-kemudahan," katanya.

Diantaranya, pencairan tinggi dan nego bunga. Bisa over kredit dari finance lain, sekarang program dari finance rata-rata BPKB keluar tiga hari.

Baca: Hebat, Striker Bali United Sylvano Comvalius Pecahkan Rekor Gol Liga Indonesia Peri Sandria

Perusahaan pembiayaan untuk barang-barang rumah tangga, Home Credit Indonesia juga tumbuh pesat saat ekonomi melesu. Bahkan perusahaan yang berasal dari Republik Ceko itu sampai akhir tahun menargetkan bisa tutup Rp 5,5 triliun.

"Pada enam bulan terakhir sampai akhir tahun malah lebih kuat dari enam bulan pertama. Kondisi ekonomi di Indonesia saat ini justru membuat kami tahan banting," kata CEO PT Home Credit Indonesia, Jaroslav Gaisler saat di Banjarmasin, Senin (30/10).

Dijelaskannya, Home Credit sudah sekitar 20 tahun operasional sudah mengalami tujuh kali resesi ekonomi dan pihaknya bersyukur mampu bertahan.

Baca: Echa si Putri Tidur Sudah Bisa Senyum Lho, Sudah Cari Handphone, Hari Ini Jalani MRI

Resmi beroperasional di Banjarmasin pada Maret 2017, telah melayani lebih dari 6.500 pelanggan di Banjarmasin, dengan total lebih dari 120 titik penjualan.

Pria yang akrab disapa Jarda itu mengatakan, baru tujuh bulan beroperasi di Kota Banjarmasin, Home Credit telah menyalurkan total pembiayaan sebesar lebih dari Rp 20 miliar.

Dari total pembiayaan tersebut, kontribusi terbesar yang membantu pertumbuhan bisnis perusahaan adalah lebih dari 60 persen berasal dari penjualan mobile phone dan gadget, diikuti penjualan barang elektronik seperti televisi dan laptop.

"Target per bulan bisa menyalurkan 5 miliar, sampai akhir tahun maka total bisa menyalurkan Rp 15 miliar dan ini bisa ditransformasikan 5.000 nasabah konsumen baru di Banjarmasin. Maka sampai akhir tahun 2017 bisa mencapai 11.500 nasabah," ujarnya. (*)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved