Berita Hulu Sungai Tengah

Santri Darul Istiqamah Barabai Ini Layak Diacungkan Jempol, karena Prestasi Ini

Disebutkan, Ponpes DI Modern sudah jauh hari menyiapkan sumber daya santri, yang bakal berkiprah dalam pembangunan bangsa dan negara.

Santri Darul Istiqamah Barabai Ini Layak Diacungkan Jempol, karena Prestasi Ini
hanani
Di bawah terik matahari santri Darul Istiqamah bertahan, di lapangan Dwiwarna saat peringatan Hari Santri Nasional. Senin (30/10/2017). 

BANJARMAINPOST.CO.ID, BARABAI- Pondok Pesantren Modern Darul Istiqamah (DI) Barabai kini menjadi ponpes favorit di Banua Anam. Santrinya, tak hanya dari Barabai, tadi juga dari kabupaten tetangga. Kini, ponpes tersebut memiliki ribuan santri, terdiri putra dan putri dengan prestasi tak kalah dengan sekolah umum dan ponpes lainnya.

“Bahkan, kami sudah go Internasional dengan menjadi anggota tetap program Leadership Forum dalam rangkaian Partnership for Youth (P4Y): Shaping Vision 2030 for Community Revitalization and Sustainability. Program tersebut diselenggarakan di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 2017. Pada 2017 lalu, kami juga mengiri delegasi ke Jepang untuk program yang sama,” ungkap Pemimpin Ponpes DI Barabai, KH Hasan Basuni, pada peringatan Hari Santri Nasional, yang oleh ponpes DI diselenggaralan Senin (30/10/2017, di Lapangan Dwi Warna Barabai.

Basuni mengungkapkan, Ponpes DI juga terdaftar program kemitraan Indonesia-Australia, dimana pada 2018 mendatang pihaknya kembali mengirimkan santri ke Australia, sebagai delegasi Indonesia, untuk persahabatan atarsekolah.

“Ini membuktikan santri kami sudah berkiprah di skala internasional,” jelas KH Hasan Basuni didamping istrinya HJ Siti Salehah, yang juga Pengasuh Ponpes Putri DI.

Santri Darul Istiqamah Barabai membawakan kesenian madihin
Santri Darul Istiqamah Barabai membawakan kesenian madihin (hanani)

Disebutkan, Ponpes DI Modern sudah jauh hari menyiapkan sumber daya santri, yang bakal berkiprah dalam pembangunan bangsa dan negara.

“Selain memberikan wawasan internasional, kami juga menanamkan kesadaran bahwa merekalah penerus kepemimpinan untuk kemajuan negeri ini, Jadi tunjukkan kiprah dan peran serta mereka dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,”imbuhnya.

Ponpes DI Modern dengan jenjang pendidikan, Madrasah Intidiyah, MTs, Madrasah Aliyaah serta SMK, juga mewajibkan satri menguasai dua bahasa Asing, yaitu Inggris da Arab. Rata-rata siswa di ponpes tersebut dilatih berkomunikasi dengan dua bahasa tersebut. Saat memberikan sambutannya pun, KH Hasan Basuni sebagian menggunakan Bahasa Inggris.

“Ini membuktikan kami bisa bersaing dengan sekolah umum,” kata Hasan Basuni.

Selain kegiatan serimonial, kegiatan hari santri diisi dengan unjuk kebolehan para santri dibidang seni. Seperti persembahan group kasidah, tarian modern, madihin serta penampilan drum band oleh satri putra.

Hasan BAsuni menyatakan ditetapkannya 22 Oktober sebagai hari santri, sebagai bentuk pengakuan pemerintah akan peran santri dan ponpes dalam membentuk sumber daya manusia. Sekaligus pengakuan, bahwa basis berjuangan RI merebut kemerdekaan, tak lepas dari peran serta pesantren-pesantrn dan para ulama.

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help