Advertorial

Tanbu Terapkan Transaksi Non Tunai SP2D Online

(Pemkab Tanbu) dan Bank Kalsel saat ini melakukan terobosan baru menuju pengelolaan keuangan daerah yang lebih efektif dan efesien.

Tanbu Terapkan Transaksi Non Tunai SP2D Online
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Suasana launching SP2D Online Plt Sekda Tanbu Erno Rudi Handoko bersama Bank Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - PEMERINTAH Kabupaten Tanahbumbu (Pemkab Tanbu) dan Bank Kalsel saat ini melakukan terobosan baru menuju pengelolaan keuangan daerah yang lebih efektif dan efesien.

Terobosan itu diwujudkan ke dalam sistem aplikasi SP2D secara online dan Transaksi Non Tunai (TNT). Hal ini dilakukan dalam rangka optimalisasi terhadap pelayanan dan efektifitas serta efisiensi transaksi keuangan.

"Penerapan apkikasi ini memenuhi ketentuan dari Pemerintah Pusat dalam rangka pemanfaatan IT dalam pelaksanaan tugas pemerintahan sekaligus menyikapi ketentuan terkait penggunaan Transaksi Non Tunai yg ditetapkan per 1 Januari 2018 sudah harus diterapkan kata Plt Sekretaris Daerah Tanah Bumbu Ir Erno Rudi Handoko dalam sambutannya pada Launching Transaksi Non Tunai SP2D Online di halaman Kantor Bupati, Jum’at (27/10/2017).

Di tempat terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tanah Bumbu Rooswandi Salem menyatakan, konsep ini telah lama direncanakan oleh BPKAD.

Bupati Tanahbumbu Mardani H Maming menyapa pegawai Pemkab Tanbu.
Bupati Tanahbumbu Mardani H Maming menyapa pegawai Pemkab Tanbu. (Ist/humas tanbu)

Ini dilakukan dalam rangka memangkas birokrasi dalam penatausahaan keuangan daerah. Pengembangan juga telah dilakukan tahun sebelumnya melalui penetapan aplikasi pelayanan SP2D 1 jam selesai.

Namun pihaknya belum puas, karena sistem yang dikembangkan sebelumnya masih mempersulit pihak SKPD atau pihak ketiga dalam rangka pencairan. Karena mereka masih harus datang ke BPKAD dan membawa berkas ke Bank.

Dengan sistem ini, nantinya hal itu akan dipangkas, karena saat data sudah diinput oleh SKPD dan berkas lengkap maka uang akan langsung masuk ke Rekening masing2 tanpa harus datang ke BPKAD.

Selama ini, ungkapnya, pemerintah daerah menggunakan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah (SIMDA) yang dikembangkan BPKP, dan tentunya untuk menerapkan SP2D online ini maka pihak Pemerintah Kabupaten tentunya harus bekerja sama dengan BPKP dan perbankan dalam hal ini bank kalsel sebagai bank daerah agar dapat tercapai tujuan dimaksud.

Selanjutnya Proses SP2D online ini akan dikembangkan lagi dengan pengembangan system aplikasi di bendahara dalam proses transaksi, menuju Transaksi Nontunai. Nantinya tidak akan lagi ada perputaran uang cash di bendahara, akan tetapi semua dilakukan melalui Nontunai, ini yg masih dilakukan penerapannya sesuai arahan Mendagri.

"Dengan SP2D Online, dan penerapan transaksi non tunai akan banyak memangkas birokrasi dalam pengelolaan keuangan, dan tentunya akan memberikan dampak pada pelayanan yg optimal, serta yg menuju birokrasi efektif efisien dan bebas KKN,” jelasnya. (*)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved