Berita Kotabaru

Dilarang Menteri Susi, Nelayan Kotabaru Tetap Gunakan Alat Ini

Larangan penggunaan alat tangkap ikan dengan cara dihela dan ditarik (lampara, Red) sesuai Permen Nomor 2 Tahun 2015 menuai

Dilarang Menteri Susi, Nelayan Kotabaru Tetap Gunakan Alat Ini
BPost cetak 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Larangan penggunaan alat tangkap ikan dengan cara dihela dan ditarik (lampara, Red) sesuai Permen Nomor 2 Tahun 2015 menuai protes dari masyarakat nelayan khususnya Ikatan Nelayan Saijaan (Insan) Kotabaru.

Sebanyak 14 nelayan Kotabaru didampingi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel, Selasa (31/10) pagi melakukan pertemuan dengan perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalsel.

Sejak dikeluarkan Permen tersebut, hingga direvisi dengan dikeluarkan kembali Permen KP 71 Tahun 2016, tuntutan pada nelayan tetap sama yaitu agar alat tangkap lampara dasar (trawl) masih bisa digunakan.

Dengar pendapat antara DKP dan perwakilan nelayan Kotabaru berjalan alot. Sabran, perwakilan nelayan yang juga Sekretaris Insan menggebu-gebu dan ngotot meminta agar lampara tetap bisa digunakan oleh mereka. Sabran bahkan sempat disabarkan Winarno, Sekretaris DKP.

“Mungkin pak Sabran harus lebih sabar sesuai namanya,” ujar Winarno dalam forum.

Satu persatu nelayan menyampaikan keluhannya jika lampara dasar mini tetap dilarang. Kata Sabran, dari pemakaian lampara dasar mini para nelayan bisa menghidupi keluarga, menyekolahkan anak ke bangku kuliah. Jika dilarang dan mereka harus memakai alat selain lampara, dia khawatir anak-anak mereka tak bisa melanjutkan sekolah dan sulit menghidupi keluarga.

“Sekarang kalau ada alat lain, tolong dicoba dulu, dikaji apakah sesuai dengan wilayah Kalsel khususnya Kotabaru atau tidak. Kami sudah pernah coba alat tangkap lain tapi tidak ada yang berhasil,” jelasnya.

Lengkapnya baca koran BANJARMASIN POST edisi hari ini



Baca juga berita menarik seputar hukum, kriminalitas, olahraga, seni budaya, selebritas di koran METRO BANJAR hari ini

Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved