Berita Kotabaru

Memprihatinkan! Kursi dan Meja Disambung Pakai Kayu Bekas, Begini Kondisi SDN di Kelumpang

Betapa tidak sejak 1986 atau lebih kurang 31 tahun silam hingga sekarang sekolah tersebut tidak pernah mendapat perhatian pemerimtah

Memprihatinkan! Kursi dan Meja Disambung Pakai Kayu Bekas, Begini Kondisi SDN di Kelumpang
Istimewa
Salah seorang guru menunjukan bangunan plapon SDN Pantai Baru, Kecamatan Kelumpang Selatan yang rusak. Sejak 1986 bangunan sekolah tidak tersentuh pembangunan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Kapan sekolah kami diperbaiki? Ungkapan ini sekaligus gambaran dan harapan dewan guru, terlebih puluhan siswa saat ini sedang menimba ilmu di SDN Pantai Baru, Desa Pantai, Kecamatan Kelumpang Selatan Kotabaru.

Selain harapan. Ungkapan yang pas untuk sekolah itu yakni memperihatinkan. Betapa tidak sejak 1986 atau lebih kurang 31 tahun silam hingga sekarang sekolah tersebut tidak pernah mendapat perhatian pemerimtah daerah, terlebih Dinas Pendidikan.

Tidak terbayangkan, selama puluhan tahun siswa belajar dengan keadaan dan kondisi sekolah seadanya. Selain bangunan atap empat ruang belajar bocor, saat hujan siswa terpaksa bergeser ke meja yang atapnya masih bagus.

Kendati demikian, terpaksa dilakukan para siswa kelas satu dan kelas empat. Karena tidak ada pilihan, kecuali ingin menimba ilmu walau dalam keadaan yang sangat memperihatinkan.

Selain kondisi atap. Bangunan pelapon dari triplek di semua ruang belajar sudah hancur dan menjuntai ke bawah.

Selain kontruksi bangunan sekolah berbentuk panggung, itu sudah tua. Akan tetapi, banyaknya kerusakan pada bangunan sekolah merupakan bukti nyata ketidak pedulian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan. Padahal cukup besar anggaran pendidikan yang dialokasi pemerintah setiap tahunnya.

Junanto salah satu guru SDN Pantai Baru membenarkan, sejak 1986 atau 31 tahun silam sekolah mereka tidak pernah tersentuh perbaikan dari pemerintah daerah.

Padahal Junanto yang berharap perbaikan bangunan sekolah tersebut, pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan profil sekolah ke Dinas Pendidikan.

"Profil sekolah sudah sering disampaikan tapi tidak ada tanggapan," kata Junanto melalui telepon selularnya, kemarin.

Junanto juga mengakui, selain kondisi kontruksi bangunan sekolah--ruang belajar--yang memperihatinkan. Agar proses belajar tidak terganggu saat hujan, pihaknya terpaksa harus menyekat ruang guru dengan ruang belajar.

"Ya terpaksa disekat. Kalau bagian lantainya sih masih kuat karena dari ulin," ujar Junanto.

Tidak kalah memperihatinkan, sejak 1986 meja dan kursi terbuat dari kayu yang ada di semua kelas tidak pernah diganti.

"Bisa dibayangkanlah karena tidak pernah diganti. Jika ada meja atau kursi yang patah disambung pakai kayu seadainya asal bisa digunakan," bebernya.

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help