Inilah Alat Penangkal Selingkuh, Digunakan pada Zaman Majapahit

Pernah ditemukan artefak cupeng berbahan emas 22 karat, berukuran tinggi 6,5 cm, dan lebar 5,8 cm.

Inilah Alat Penangkal Selingkuh, Digunakan pada Zaman Majapahit
cloudfront
Cupeng 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Para perempuan yang berprofesi sebagai pemijat diwajibkan memakai celana bergembok pada zaman Majapahit diperintah oleh Raja Hayam Wuruk.

Salah satu bentuknya adalah celana berbahan logam yang dilengkapi semacam kunci. Kunci tersebut kemudian dipegang oleh suami atau kerabat si suami.

Kurang begitu jelas apa maksud penggembokan tersebut, namun diduga lantaran suami takut istrinya berbuat serong atau berselingkuh.

Di Eropa pun, penggembokan celana konon sudah dikenal pada awal abad Masehi. Buktinya ditemukan sejumlah peninggalan bangsa Romawi yang memperlihatkan gambar wanita sedang mengenakan celana pendek unik. Kemungkinan celana itu merupakan pelindung dari upaya-upaya jahil kaum pria.

Baca: Film-film Horor Suzanna Ini Cocok Temani Malam Jumat Kamu, Hantu Ibu Pengabdi Setan Pun Kalah Seram

Bukti arkeologi dan tenografi menunjukkan, celana bergembok atau berkunci pada awalnya merupakan benda upacara yang dipakai oleh anak wanita kecil.

Di Aceh, benda semacam itu dinamakan cupeng. Fungsinya sebagai penutup kelamin anak wanita. Bentuknya seperti hati dan pemasangannya diikat dengan benang pada perut si anak.

Pernah ditemukan artefak cupeng berbahan emas 22 karat, berukuran tinggi 6,5 cm, dan lebar 5,8 cm. Kini cupeng tersebut menjadi koleksi Museum Nasional di Jakarta.Melihat bahannya, kemungkinan besar cupeng itu digunakan oleh orang yang cukup terpandang. Cupeng itu pun penuh dengan ukiran.

Baca: Gadis Usia 14 Tahun Dipaksa Keliling Desa Tanpa Busana Gara-gara Kakak Laki-lakinya Selingkuh

Pinggirannya berhiaskan motif tapak jalak, bagian tengah bermotif bunga teratai dikelilingi deretan bunga bertajuk empat helai dalam bentuk belah ketupat. Bagian tengah bunga tadi bermatakan jakut merah.

Halaman
12
Editor: Murhan
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved