Kondisi Terminal Induk Km 6 Setelah Aksi Mogok Para Sopir Angkutan Kemarin

Hal itu dikeluhkan oleh sopir bus, Wardi yang menarik angkutan di tempat tersebut. Bus jalur Banjarmasin- Kapuas itu dikatakan Wardi hari

Kondisi Terminal Induk Km 6 Setelah Aksi Mogok Para Sopir Angkutan Kemarin
BANJARMASINPOST.co.id/isti rohayanti
Terminal Km 6 Banjarmasin setelah aksi demo sopir. Foto diambil Kamis (2/11/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Setelah mogok menarik penumpang angkutan umum yang dilakukan oleh puluhan sopir AKAP dan AKDP, Rabu (1/11/2017), hari ini (K kos, 2/11/2017) Terminal Induk KM 6, Jalan Ayani, Banjarmasin tampak sepi penumpang.

Hal itu dikeluhkan oleh sopir bus, Wardi yang menarik angkutan di tempat tersebut.

Bus jalur Banjarmasin- Kapuas itu dikatakan Wardi hari ini malah berkurang penumpang.

Begitupun sejumlah angkutan lainnya.

"Bukan malah bertambah, atau sebagaimana biasanya. Hari ini malah berkurang, mungkin mereka khawatir kalau angkutan masih mogok," ucap lelaki tersebut, Kamis (2/11/2017).

Ia mengatakan akibat aksi mogok kemarin, selain berdampak pada kurangnya penumpang, pihaknya juga sampai saat ini masih menunggu informasi kelanjutan perpindahan bis ke terminal KM 17, Gambut, Kabupaten Banjar.

"Untuk sementara perpindahan ditunda hingga dua bulan kedepan. Kami juga masih menunggu informasi dari Balai Jalan Pengelolaan Tranportasi Darat Wilayah XV dan kementrian perhubungan," ucap Wardi.

Ia juga mengatakan kalau pembicaan dengan pihak balai masih belum ada. Pun sejauh ini Oranda hanya sebagai penyambung lidah. Perihal sopir yang merasakan tetap usahanga tidak ingin dipindah ke terminal KM 17.

Dari pantauan Bpost di lapangan, sopir terminal sudah kembali melayani penumpang.

Mereka mulai mencari dan menawarkan kepada setiap orang yang datang untuk naik taksi.

Layaknya terminal pada umumnya, sejumlah sopir dan makelar di terminal tersebut menanyakan tujuan calon penumpang, dan menunjukan angkutan yang akan digunakan. (BANJARMASINPOST.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved