BanjarmasinPost/

Berita Regional

Diiringi Teriakan Shalawat, Perempuan yang 14 Tahun Terbaring Tak Berdaya, Dibawa ke Tempat Ini

Segala pengobatan telah dijalani, namun sang adik tak kunjung sembuh. Karmijah menderita penyakit kanker kelenjar getah bening.

Diiringi Teriakan Shalawat, Perempuan yang 14 Tahun Terbaring Tak Berdaya, Dibawa ke Tempat Ini
kompas.com
Karjimah (52) dievakuasi ke mobil ambulan untuk dibawa ke Rumah Sakit Kariyadi Semarang, Kamis (2/11/2017). Karmijah selama 14 tahun terbaring sakit kanker kelenjar getah bening.Dok. Humas Pemkot Semarang Karjimah (52) dievakuasi ke mobil ambulan untuk dibawa ke Rumah Sakit Kariyadi Semarang, Kamis (2/11/2017). Karmijah selama 14 tahun terbaring sakit kanker kelenjar getah bening. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SEMARANG – Sunarsih (60), warga Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, tampak semringah, Kamis (2/11/2017) malam itu. Hampir selama 14 tahun, ia menyaksikan sang adik, Karmijah (52) terbaring sakit, dan kini akan dibawa ke rumah sakit untuk pengobatan.

Segala pengobatan telah dijalani, namun sang adik tak kunjung sembuh. Karmijah menderita penyakit kanker kelenjar getah bening.

“Sudah diobati di mana-mana, tapi memang gak berjodoh, gak sembuh. Awalnya sakit biasa lalu dibawa ke rumah sakit dan bisa jalan tapi pelan-pelan, akhirnya jadi kayak gini,” ujar wanita yang dipanggil Asih ini.

Lantaran tak kunjung sembuh, Karmijah pun dirawat di rumahnya di Jalan Kalialang Baru 02/01, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunung Pati. Ia sangat bersyukur karena pada Kamis malam, sang adik dijemput untuk dibawa menjalani pengobatan ke Rumah Sakit Kariyadi Semarang.

Proses penjemputan berjalan haru. Diiringi pembacaan shalawat, Karmijah digendong untuk dimasukkan ke ambulans.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memimpin proses evakuasi itu di tengah ratusan warga setempat yang hadir.

Rabu malam sekitar pukul 20.00 WIB, Karjimah pun bersedia ketika ia ditawari berobat. Hendrar Prihadi yang memimpin evakuasi sempat berdialog dengan Karmijah untuk menawarkan bantuan itu, dan akhirnya yang bersangkutan bersedia.

Hendrar juga sempat berdialog dengan Karmijah dan kakaknya, Sunarsih. Dari obrolan singkat itu, dia akhirnya memutuskan untuk membawa warganya dirawat di rumah sakit.

Satu buah ambulans disiapkan untuk mengantar Karmijah berobat. Kepada pasien, Hendrar meminta keluarga tak panik untuk urusan biaya pengobatan. Semua pengobatan ditanggung pemerintah.

Program UHC

Hendrar mengatakan, kondisi Karmijah diketahui berkat adanya laporan warga yang masuk melalui Dinas Kesehatan Kota Semarang. Setelah dilakukan validasi laporan, akhirnya dilakukan cek lapangan hingga menemukan kondisi warga yang lama terbaring sakit.

“Ini laporan dari data base di Dinas Kesehatan atas laporan warga, ini sangat penting, kami pesan kepada warga Semarang kalau ketemu tetangga yang kebetulan ekonomi tidak cukup baik sebagai tetangga wajib menyampaikan informasi ke kami,” ujar Hendrar.

Hendrar menegaskan, setiap warga Kota Semarang yang sakit akan dirawat secara gratis. Hal itu tidak lepas dari pemerintah yang meluncurkan program universal health coverage (UHC). Program itu menjamin semua warga baik mempunyai kartu jaminan sosial ataupun tidak untuk diobati di rumah sakit kelas 3.

“Semua di rumah sakit Semarang bisa sepanjang itu di kelas 3. Akan langusng ditangani sampai sehat, dan harapannya dapat berkumpul dengan keluarganya lagi,” paparnya.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.COM

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help