Serambi Ummah

Masya Allah! Pemuda Ini Rela Tidur 309 Tahun Demi Ini, Layak Lho Jadi Panutan Kamu!

Islam adalah agama yang sangat memberikan peran terhadap para pemuda sehingga dalam pentas sejarah Islam kita mendapati pemuda-pemuda

Masya Allah! Pemuda Ini Rela Tidur 309 Tahun Demi Ini, Layak Lho Jadi Panutan Kamu!
Arrazi Ibrahim
Ilustrasi 

KHP Wardiansyah SH MH, Pengasuh PP Hidayatullah Martapura

BANJARMASINPOST.CO.ID - PEMUDA adalah bagian integral bagi bangsa Indonesia sangat menentukan terhadap masa depan bangsa ini. Pemuda adalah juga sebagai pelapor dan penggerak pembangunan bangsa ini. Sudah seharusnya potensi pemuda sebagai agen pembangunan dan pembaharuan sangat perlu dikembangkan sesuai dengan bakat dan kemampuannya.

Islam adalah agama yang sangat memberikan peran terhadap para pemuda sehingga dalam pentas sejarah Islam kita mendapati pemuda-pemuda yang namanya terukir indah dengan tinta emas, bahkan mereka layak dijadikan teladan bagi pemuda zaman sekarang.

Sebut saja misalnya bagaimana pemuda Al Kahfi yang rela berdiam di dalam gua sampai tertidur pulas hampir 309 tahun demi menjaga iman dan menjauhkan diri dari tatanan kehidupan masyarakat kota yang rusak dibawah rezim Dinkyanus yang sombong dan zalim.

Begitu pula pemuda Ibrahim yang berani menentang kezaliman raja Namrudz yang dikenal dengan pemimpin yang rakus dan serakah kekuasan, bahkan sampai ingin menjadikan dirinya sebagai tuhan.

Betapa beraninya pemuda Ibrahim saat itu dalam menegakkan nilai-nilai tauhid kepada masyarakat penyembah berhala yang risikonya ia harus dilempar ke dalam api oleh raja Namrudz yang tiran.

Begitu pula bagaimana keteguhan nabi Yusuf dikala mudanya digoda oleh Zulaikha di dalam ruangan tertutup untuk melakukan perbuatan mesum. Tapi dengan kekuatan Iman dan istikomahnya ia terhindar dari bujuk rayu Zulaikha yang dapat bisikan dari setan.

Sosok pemuda yang bernama Muhammad sebelum menjadi Rasul juga harus menjadi tauladan pemuda sekarang. Dia memiliki etos kerja yang tinggi dalam menghidupkan usaha mandiri, baik sebagai pengembala maupun sebagai pedangang yang sukses sampai bergelar Al Amin dari masyarakat bangsa Arab.

Dari tapak tilas perjalanan hidup para pemuda yang akhirnya diabadikan dalam Alquran sangat perlu untuk dijadikan panutan bagi generasi muda kita. Saat memperingati hari sumpah pemuda sudah seharusnya kita berkaca pada perilaku pemuda terdahulu, yang mampu menjadikan dirinya pemuda yang selalu menjaga nilai iman dan keyakinan tauhidnya mampu menegakkan amar makruf nahi mungkar di hadapan penguasa yang zalim, tidak mudah tergoda oleh bujuk rayu hawa nafsu, tidak mau bertopang dagu atau malas bekerja tetapi mampu menjadi inivator dan dinamisator pembangunan dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Inilah ciri ciri pemuda yang diharapakan oleh negara kita. Namun kenyataan yang terjadi di negeri Indonesia tercinta ini masih terjadi perkelahian antar pelajar, penggunaan narkoba di kalangan remaja, pemerkosaan sekaligus pembunuhan bersama-sama terhadap pelajar yang pelakunya juga masih berstatus sebagai pelajar, perbuatan begal dan kejahatan lainnya yang pelakunya adalah pemuda atau remaja.

Sangatlah ironis kenapa terjadi di negara yang menjunjung tinggi nilai nilai moral dan kemanusian. Apakah mereka sudah tidak lagi menghayati nilai moral agama dan negara yang sudah menjadi landasan yang kokoh bagi bangsa Indonesia. Nah Ini perlu adanya evaluasi yang serius bagi orang tua, lembaga pendidikan, maupun lembaga negara untuk mencari solusi dari persoalan yang dihadapi pemuda Indonesia yang merupakan aset bangsa.

Bagi ummat Islam, pembinaan remaja ini harus didasarkan pada nilai iman dan agama, karena dengan modal iman dan agama yang kuat lah yang akan mampu menetralisir dan meredam berbagai bentuk kejahatan dan penyimpangan.

Mari kita cetak para pemuda yang ahli ibadah kepada Allah SWT, karena para pemuda yang selalu beribadah kepada Allah akan mendapatkan kenaungan Arasy pada hari kiamat nanti. (*/wid)

Mau baca berita Banjarmasin Post dan Metro Banjar? klik DI SINI

Editor: Didik Trio
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help