Serambi Ummah

Pengobatan Herbal atau Medis Sama-sama Dibolehkan Asal Halal, Ini Syaratnya agar Islami

Pengobatan Herbal atau Medis Sama-sama Dibolehkan Asal Halal, Ini Syaratnya agar Islami

Pengobatan Herbal atau Medis Sama-sama Dibolehkan Asal Halal, Ini Syaratnya agar Islami
banjarmasinpost.co.id/hanani
Para perkerja menghaluskan daun kering yang sudah dijemur selama 9 jam, di atas kassa penyaring daun sapat, Senin (18/1). Setelah disaring, daun itu dibeli pedagang pengumpul dari Buntok, Kalteng, untuk dijual kembali ke pengusaha obat herbal. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebagian dari cara pengobatan medis dianggap kurang islami, seperti obat yang diberikan dokter bahanya masih belum halal atau metodenya dianggap tidak islami.

Sebagian muslim memilih menggunakan pengobatan herbal ketimbang pengobatan medis modern.

Selain metode pengobatan tertentu yang dinilai lebih islami, sejumlah produk herbal diperdagangkan komunitas muslim dan dianggap jadi solusi untuk pengobatan tanpa menyalahi hukum Islam karena bahannya yang tidak haram.

Distibutor obat herbal berizin, Apay mengatakan, obat herbal sekarang makin diminati karena memang dinilai mampu mengobati suatu penyakit. Terlebih pasien BPJS yang resep dokter tidak memberikan obat generik, maka pasien memilih obat herbal karena salah satunya harganya yang terjangkau.

Baca: Yuk, Baca Surah Yasin Malam Jumat, ini Lho Ternyata Manfaatnya

"Konsumsi obat herbal di Indonesia makin maju, apalagi Wakil Presiden Jusuf Kalla menggauangkan obat herbal," katanya.

Menurutnya, alasan masyarakat memilih obat herbal karena mengurangi efek samping dari penggunaan obat berbahan kimia. Obat herbal diracik dari bahan alami, dan dalam distribusi di Indonesia umumnya sudah berlabel halal.

"Khan mayoritas muslim di Indonesia, jarang yang tidak ada label halalnya. Kadang yang diwaspadai kapsulnya saja, kalau mengandung babi, tetapi kalau kami membeli kapsul dari pabrik langsung yang sudah mengantongi label halal," ujarnya.

Baca: Duh, Kecil-kecil Sudah Suka Berbohong, MUI Beri Saran Seperti ini agar Anak Sadar

Ulama di Banjarmasin, H Gazali Mukeri mengatakan, beorobat disyariatkan oleh agama berdasarkan firman Allah di surah An-Na ayat 69 dan Hadis Nabi Saw yang berbunyi, Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit beserta obat, maka berobatlah dan jangan berobat dengan yang haram. Hadis itu diriwayatkan oleh Abu Dawud, Al-Baihaqi dan Ahmad dari Abu Darda RA.

Berobat dengan cara Islami maksudnya dengan yang halal. Jadi apapun caranya selama itu halal maka Islami, apakah menggunakan herbal atau non herbal.

Secara prinsip kehalalan menyangkut obat-obatan sama dengan yang ada pada makanan.

Sebab bahannya dibuat dari bahan-bahan yang dikonsumsi manusia seperti ekstrak tumbuhan, ekstrak hewan, sintetis dan semi sentetis, bahan tambang atau mineral, biologi, mikroba dan virus dan bisa juga campuran dari bahan-bahan itu.

Halaman
12
Penulis: Hasby
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help