Berita Banjarmasin

Wow! Daun Pakis di Sawah Pukau Juri, Inilah Mencari Motif Sasirangan Baru Melalui Ini

Nonoy bersyukur karena tema Sasira­ngan Daun Kalakai di Pahumaan atau daun pakis di persawahan hasil karyanya dinobatkan sebagai pemenang pertama.

Wow! Daun Pakis di Sawah Pukau Juri, Inilah Mencari Motif Sasirangan Baru Melalui Ini
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Para pemenang Lomba motif sasirangan digelar Dewan Kreatif Nasional daerah (Dekranasda) Kota Banjarmasin, Kamis (2 November 2017) siang di rumah Ano Jl Piere Tendean. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Nonoy dari Unique Sasirangan yang berhome base di Sungai Andai, Banjarmasin Utara, Kamis (2/11) tersenyum bahagia. Hasil desain motif sasirangannya meraih juara satu lomba motif sasirangan yang digelar Dewan Kreatif Nasional daerah (Dekranasda) Kota Banjarmasin, Kamis (2/11), di rumah Ano Jalan Pierre Tendean, Banjarmasin.

Nonoy bersyukur karena tema Sasira­ngan Daun Kalakai di Pahumaan atau daun pakis di persawahan hasil karyanya dinobatkan sebagai pemenang pertama.

“Saya berkecimpung dalam dunia desain sasirangan sudah lima tahun terakhir. Daun Kalakai di Pahumaan termasuk jarang ditampilkan dan baru kali ini ikut dilombakan,” ujarnya.

Menurut Nonoy, untuk pemasaran sasirangan yang dibuat selama ini masih di dalam kota dan hasilnya cukup lumayan. Sebelumnya, pesanan dari dinas-dinas di Kota Banjarmasin sudah cukup sering.

Sasirangan adalah kain khas Banjar, biasa diidentikkan dengan kain batik, meskipun beda dalam proses pembuatannya. Dulu, pada masa Kerajaan Banjar masih berjaya ratusan tahun lalu, kain sasirangan biasa digunakan untuk tatamba (pengobatan). Namun, di era modern, kain ini jadi lumrah dipakai khalayak, anak sekolah, PNS dan pejabat bahkan masyarakat umum.

Dikutip dari wikipedia.org, desain atau coraknya didapat dari teknik-teknik jahitan dan ikatan yang ditentukan beberapa faktor. Selain komposisi warna dan efek yang timbul antara lain seperti jenis benang atau jenis bahan pengikat.

Upaya melindungi budaya Banjar ini, telah diakui pemerintah melalui Dirjen HAKI Departemen Hukum dan HAM RI. Ada 16 motif utama sasirangan yakni, Iris Pudak, Kambang Kacang, Bayam Raja, Kulat Karikit, Ombak Sinapur Karang, Bintang Bahambur, Sari Gading, Kulit Kayu, Naga Balimbur, Jajumputan, Turun Dayang, Kambang Tampuk Manggis, Daun Jaruju, Kangkung Kaombakan, Sisik Tanggiling dan Kambang Tanjung.

Ada 22 rumah produksi sasirangan megikuti lomba motif sasirangan yang digelar Dekranasda Kota Banjarmasin. Dewan juri terdiri atas Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin Hajah Siti Wasilah, Perwakilan dari team IKKON Banjarmasin, perwakilan dari budayawan dan senior perajin sasirangan, perwakilan dari Dinas Perdangangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, dan perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Banjarmasin.

Dari hasil penilaian dewan juri memutuskan Unique Sasirangan dengan tema Sasirangan Daun Kalakai Di Pahumaan atau daun pakis di persawahan sebagai pemenang pertama.

Adapun pemenang kedua, para juri memilih rumah produksi kain Sasirang Kasasiur dengan tema Sasirangan Gasing Bahangkup. Sedangkan pemenang ke tiga Andri Ardia dengan tema Sasirangan Flora Fauna Banua.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved