Berita Kotabaru

Kasihan, Banyak Nelayan di Pulau Sebuku Istirahat Melaut Dikarenakan Masalah Ini

Sebagian besar dari ratusan nelayan tradisional di Desa Rampa, Kecamatan Pulau Sebuku Kotabaru tidak bisa melaut.

Kasihan, Banyak Nelayan di Pulau Sebuku Istirahat Melaut Dikarenakan Masalah Ini
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Nelayan Desa Rampa, Kecamatan Pulau Sebuku memilih istirahat melaut karena kesulitan mendapat BBM lantaran pangkalan di wilayah mereka kosong.

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Sebagian besar dari ratusan nelayan tradisional di Desa Rampa, Kecamatan Pulau Sebuku Kotabaru tidak bisa melaut.

Sudah sepekan mereka mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Penyebab kesulitan ratusan nelayan mendapatkan BBM, karena pangkalan yang biasa menyediakan BBM sedang kosong, lantaran terhentinya suplai BBM dari Kotabaru.

Nelayan tidak mengetahui pasti penyebab kekosongan BBM di pangkalan yang menyediakan BBM dengan harga Rp 6.000 perliter.

Baca: Seorang Pria Dipenjarakan Gara-gara Membawa Boneka Seks Anak, Beli Lewat Online!

Agar bisa melaut untuk memenuhi tuntutan hidup, hanya sebagian kecil nelayan tetap melaut. Meski penghasilan mereka dapat jauh dari biaya operasional yang dikeluarkan.

"Harga di eceran Rp 8.000 sampai Rp 9.000 perliter. Itupun kalau ada. Nelayan yang lain memilih istirahat karena hasil yang didapat tidak sesuai dengan operasional," kata Ketua Nelayan Desa Rampa, Pulau Sebuku Amat Kaluku, Sabtu (4/11/2017).

Menurut Amat, melambungnya harga BBM yang tersedia di eceran selain faktor kosongnya BBM jenis solar di pangkalan, suplai BBM dari pelangsir ke pengecer di wilayah mereka berkurang dalam sepekan ini.

"Akhirnya nelayan banyak yang istirahat karena tidak sesuai penghasilan dengan harga BBM yang dibeli," katanya.

Baca: Bupati Perempuan Pertama di Kabupaten Batola Dilantik Gubernur Kalsel

Kepala Desa Rampa, Kecamatan Pulau Sebuku M Ilham membenarkan keresahan dialami nelayan di wilayahnya karena sulit dan mahalnya mendapatkan BBM untuk melaut.

"Kemarin saya menemui pihak pangkalan. Pihak pangkalan bilang satu minggu sudah tidak ada suplai dari Kotabaru. Yang suplai dari PT AKR," ucao Ilham.

Diakui Ilham, saat ini ratusan nelayan masih sebatas cemas karena kesulitan mendapat BBM belum lama (seminggu) mereka alami.

Dipastikannya akan ada reaksi warga apabila persoalan tersebut berlangsung lama.

"Baru seminggu langkanya. Kalau sampai lama bisa teriak nelayan karena tidak ada penghasilan lain," bebernya.

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help