ADVERTORIAL

Pelaku Tambang di Kalsel Diajari Implementasi Perizinan Bidang Pertambangan Mineral & Batubara

Dirasakan akan sangat bermanfaat ke depannya dalam rangka penyusunan dan pelaporan RKAB terutama untuk perusahaan pertambangan pemegang IUP.

Pelaku Tambang di Kalsel Diajari Implementasi Perizinan Bidang Pertambangan Mineral & Batubara
ISTIMEWA
Workshop Implementasi Perizinan di Bidang Pertambangan Mineral & Batubara yang diselenggarakan oleh Forum KepalaTeknik Tambang (FKTT) Kalsel dan APKPI (Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia), Sabtu (4/11/2017) di Hotel Fave Banjarbaru, Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pertambangan adalah suatu kegiatan usaha yang kompleks, padat modal, saratresiko, dan melibatkan teknologi tinggi. Oleh karena itu, pengelolaan komoditas tambang secara bijaksana mutlak dilakukan yakni mulai dari permohonan WIUP sampai akhir kegiatan penambangan harus dilakukan pengelolaan yang bijaksana.

Sehingga kegiatan pertambangan senantiasa memperhatikan berbagai aspek penting, baik teknis maupun nonteknis, seperti aspek sosialekonomi kebudayaan, lingkungan dan konservasi komoditas tambang.

Demikian arahan yang disampaikan Kepala Dinas ESDM Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq yang disampaikan oleh Kabid Pertambangan, Isharwanto, dalam pidato sambutan sekaligus membuka kegiatan Workshop Implementasi Perizinan di Bidang Pertambangan Mineral & Batubara yang diselenggarakan oleh Forum KepalaTeknik Tambang (FKTT) Kalsel dan APKPI (Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia), Sabtu (4/11/2017) di Hotel Fave Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Pembukaan Workshop Implementasi Perizinan di Bidang Pertambangan Mineral & Batubara yang diselenggarakan oleh Forum KepalaTeknik Tambang (FKTT) Kalsel dan APKPI (Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia), Sabtu (4/11/2017) di Hotel Fave Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Pembukaan Workshop Implementasi Perizinan di Bidang Pertambangan Mineral & Batubara yang diselenggarakan oleh Forum KepalaTeknik Tambang (FKTT) Kalsel dan APKPI (Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia), Sabtu (4/11/2017) di Hotel Fave Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (ISTIMEWA)

Dalam kesempatan ini, Ketua Forum KTT Kalsel, Rudy Massie, dan Ketua APKPI Kalsel, Hari Sutikno, juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas ESDM Kalsel, pemateri workshop dan peserta atas partisipasi guna terselenggaranya kegiatan ini.

Dirasakan akan sangat bermanfaat ke depannya dalam rangka penyusunan dan pelaporan RKAB terutama untuk perusahaan pertambangan yang memegang izin IUP di Kalimantan Selatan.

Kegiatan workshop ini juga menghadirkan pemateri dari Direktorat Teknik Lingkungan Mineral & Batubara, Kementerian ESDM, antara lain Ir Suprianto MSc, HorasPasaribu ST dan Dony P Simorangkir yang membawakan amateri terkait sistem perizinan pertambangan dan sistem pelaporan dan pembuatan RKAB.

Peserta yang hadir di antaranya adalah KTT (Kepala Teknik Tambang) dari beberapa perusahaan pemegangizin IUP juga diikuti oleh beberapa PJO (Penanggung Jawab Operasional) dari perusahaan pemegang izin IUJP se-Kalimantan Selatan.

Sistem perizinan pertambangan yang merujuk pada Permen ESDM Nomor 34 Tahun 2017 mengenai Perizinan di Bidang Pertambangan Mineral & Batubara ini merupakan revisi dari peraturan sebelumnya di mana dibuat untuk lebih memudahkan sistem pelaporan bagi pemegang izin IUP/PKP2B dan IUJP, terutama dalam sistem pelaporan RKAB (Rencana Kerja Anggaran Biaya) setiap tahunnya. (*)

Penulis: Yamani Ramlan
Editor: Yamani Ramlan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help