Berita Kabupaten Banjar

NEWSVIDEO : Wabup Minta Alat Hemodialisa Peninggalan Guru Sekumpul Dirawat seperti di Museum

Sekitar tahun 2004 alat itu dibeli oleh Guru Sekumpul dan digunakan untuk proses cuci darah beliau. Saat ini, satu unit alat hemodialisa

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Wakil Bupati Banjar H Saidi Mansyur benar-benar tidak mampu menyembunyikan sukanya saat menyaksikan alat hemodialisa peninggalan mendiang Abah Guru Sekumpul.

Dia pun memandangi dan meneliti seluruh bagian alat yang dibeli secara pribadi oleh Guru Sekumpul itu

"Kelihatan masih bagus pak ya alatnya ini. Gimana kondisinya masih bisa digunakan kah alatnya ini," ungkap Wabup saat melihat alat Hemodialisa yang pernah digunakan Abah Guru Sekumpul.

Alat ini yang beberapa pekan lalu dicari sejumlah tokoh ulama di Kabupaten Banjar saat berkunjung ke ruang layanan Hemodialisa di RSUD Ratu Zalecha.

Baca: PSM Vs Bali United, Skor 0-0, Comvalius dan Lilipaly Nyaris Baku Hantam!

Kemarin, Senin (6/11/2017) Wabup Banjar H Saidi Mansyur sengaja datang ke RSUD Ratu Zalecha setelah mendengar alat Hemodialisa yang dibeli dan digunakan oleh Guru Sekumpul semasa hidupnya sudah ditemukan.

Kedatangan Wabup ke rumah sakit itu disambut langsung Plt Direktur RSUD Ratu Zalecha dr Eko Subiyanto.

Eko Memastikan bila alat itulah yang dulu pernah digunakan oleh Guru Sekumpul. Dia bisa menjamin itu karena H Syahrudin dan H Wahyu yang menangani pelayanan Hemodialisa meyakinkan bahwa alat itulah yang digunakan Guru Sekumpul untuk cuci darah.

Baca: Pelaku Tabrak Lari yang Bikin Warga Desa Labuan Geram Masih Kabur, Polres HST Lakukan Hal Ini

Alat itu, saat ini sudah tidak lagi bisa digunakan karena selain umur pakainya dan juga perkembangan teknologi hemodialisa yang terus berkembang.

"Alat ini sekitar tahun 2009 tidak lagi digunakan. Kami akan merawat alat ini dan membungkusnya dengan kaca dan memberikan hostoris alat ini," ungkap dr Eko.

Menurut Eko, alat ini memiliki nilai sejarah karena merupakan alat Hemodialisa yang pertama ada di RSUD Ratu Zalecha.

Baca: Apa yang Harus Dilakukan Jika Jadwal Persalinan Meleset? Yuk Kenali Risikonya

Sekitar tahun 2004 alat itu dibeli oleh Guru Sekumpul dan digunakan untuk proses cuci darah beliau. Saat ini, satu unit alat hemodialisa ini nilainya mencapai Rp500 juta.

"Abah Guru Sekumpul saat itu begitu memperhatikan umat dengan beli dua alat hemodialisa. Satu alat ini dipakai beliau dan satu lagi untuk masyarakat. Sekarang, alat hemodialisa di tempat kami sudah ada 16 unit. Beliaulah yang mempelopori layanan cuci darah di RSUD Ratu Zaleha, "katanya.

Wabup Banjar H Saidi Mansyur mengaku, sangat lega alat hemodialisa ini masih ada. Selanjutnya, Dia berharap alat ini dirawat dibuat semacam museum dan diberi histori.

Baca: Ini 5 Pemicu Diabetes, Bukan Hanya Gula Lho! No 4 Sering Tak Disadari

Guru Sekumpul, sangat dihormati warga di Kabupaten Banjar semuanya takjim dengan beliau. Karena Guru Sekumpul merupakan tokoh ulama bukan hanya Kabupaten Banjar tetapi juga tokoh ulama nasional bahkan dunia.

Alat ini, memiliki history dibeli dan dihibahkan beliau. Abah Guru Sekumpul, beli alat satu untuk beliau dan satu lagi untuk umatnya.

"Kita alhamdulillah bersyukur memiliki ulama seperti Guru Sekumpul yang sangat mencintai umatnya. Beliau walaupun telah tiada, namun dengan alat ini bisa mengobati rasa rindu dengan sosok beliau. Kita minta alat ini tetap di rumah sakit dirawat dan dibuatkan histori," katanya.

Penulis: Hari Widodo
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help