BanjarmasinPost/

Berita Regional

Senasib di Kalimantan, Orangutan Spesies Baru Ini Juga Terancam Punah, Ayo Selamatkan!

Namun, kabar penemuan spesies ini tampaknya juga akan menjadi penanda bagi para peneliti untuk bekerja lebih keras lagi.

Senasib di Kalimantan, Orangutan Spesies Baru Ini Juga Terancam Punah, Ayo Selamatkan!
kompas.com
Orangutan Batang Toru atau Tapanuli lebih dekat hubungannya dengan Orangutan Kalimantan daripada Orangutan Sumatera. Mereka hidup di sebuah hutan terisolasi yang ada di pegunungan Sumatera. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Berita soal ditemukannya orangutan Tapanuli Selatan atau Pongo tapanuliensis menjadi kabar menggembirakan bagi dunia sains.

Namun, kabar penemuan spesies ini tampaknya juga akan menjadi penanda bagi para peneliti untuk bekerja lebih keras lagi.

Apa pasal? Tak beda jauh dengan kedua kerabatnya, orangutan tapanuli yang ditemukan di Batang Toru, sebuah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, ini diprediksi hanya tinggal 800 ekor saja di alam liar.

Mereka dibunuh sebagai hama pertanian, diburu untuk perdagangan hewan, serta terancam kehilangan habitatnya.

Ini artinya, waktu peneliti semakin sempit untuk mempelajari spesies yang baru teridentifikasi tersebut.

Sejak tahun 2006, ahli biologi Gabriella Frediksson dari Program Konservasi Orangutan Sumatera telah mendorong pemerintah daerah untuk membebaskan hutan Batang Toru dari aktivitas yang menganggu aktivitas ekosistem, seperti penebangan kayu.

Usahanya membuahkan hasil setelah sekitar 85 persen hutan akhirnya dilindungi.

Sayangnya, ancaman lain datang ketika 15 persen hutan yang tidak terlindungi akan digunakan untuk bendungan pembangkit listrik tenaga air. Jika memang hal itu terjadi, bendungan itu akan membelah wilayah tempat tinggal orangutan batang toru menjadi lebih kecil lagi.

Akses jalan akan dibangun, jalur pembangkit tenaga air akan melintasi hutan, dan menyebabkan satwa liar yang terancam punah akan menuju kepunahannya lebih cepat lagi.

Perkembangan ini menghasilkan keuntungan jangka pendek, tapi akan menyebabkan kerusakan jangka panjang.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help