Berita Tanahlaut

Warga Resah Air Sungai Jorong Berwarna Biru, Ternyata Ini Sebabnya

Warga menduga kondisi air sungai Jorong warnanya berubah karena dampak aktivitas pabrik kelapa sawit di sekitar sungai Jorong.

Warga Resah Air Sungai Jorong Berwarna Biru, Ternyata Ini Sebabnya
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tanahlaut, Riyadi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Warga Desa Jorong, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut resah. Keresahan itu karena melihat kondisi air sungai Jorong berwarna biru seperti blauw.

Birhasani, warga Desa Jorong, mengaku kondisi air sungai yang dikeluhkam iti berwarna biru itu terjadi sejak awal November 2017 hingga kini.

Menurut Birhasani, Sebagian warga Desa Jorong mengunakan air sungai Jorong itu untuk dikonsumsi. Dirinya khawatir apakah air sungai itu tidak berbahaya bagi warga.

Birhasani menduga kondisi air Sungai Jorong itu warnanya berubah karena dampak aktivitas pabrik kelapa sawit di sekitar sungai Jorong.

Baca: Tak Pakai Helm dan Tidak Bawa STNK, Pengendara Ini Malah Melawan Petugas Sambil Memaki-maki

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tanahlaut, Riyadi dikonfirmasi terkait pengaduan warga itu membenarkan.

Riyadi mengaku menurunkan stafnya bersama warga Desa Jorong yang mengadu untuk bersama meninjau air Sungai Jorong yang diduga tercemar tersebut.

"Hasil penelitian berdasarkan laboratorium kami, air sungai itu mengandung zat bekas aktivitas pertambangan batu bara," katanya.

Baca: Berghibah, Membully hingga Sebarkan Hoax di Medsos Haram, Inilah Alasan MUI HST

Menurut Riyadi, tidak benar kalau air sungai itu tercemar karena aktivitas pabrik kelapa sawit. Riyadi juga sudah melihat dokumen amdal masih aktif dan lokasi pembuangan pabrik diolah kembali menjadi pupuk organik.

"Tapi kalau sungai Jorong itu tercemar aktivitas pertambangan batu bara. Itu sangat kuat karena air sungai mengandung zat mangan," kata Riyadi

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help