Ekonomi dan Bisnis

Begini Cara Sriwijaya Membahagiakan Anak Yatim di Tanah Air

Merayakan ulang tahun ke-14, maskapai penerbangan Sriwijaya Air mengajak para anak yatim dari seluruh Indonesia untuk bergembira.

Begini Cara Sriwijaya Membahagiakan Anak Yatim di Tanah Air
banjarmasinpost.co.id/salmah
Merayakan ulang tahun ke-14, maskapai penerbangan Sriwijaya Air mengajak para anak yatim dari seluruh Indonesia untuk bergembira. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Merayakan ulang tahun ke-14, maskapai penerbangan Sriwijaya Air mengajak para anak yatim dari seluruh Indonesia untuk bergembira.

Dari Banjarmasin diwakili lima anak yatim dari Panti Asuhan Al Hidayah. Mereka diterbangkan Selasa (7/11) ke Makassar, Sulawesi Selatan untuk berkumpul dengan anak yatim lainnya. Selanjutnya bertolak ke Jakarta untuk mengikuti serangkaian kegiatan hingga Sabtu (11/11).

Masliana, pendamping dari Panti Asuhan Al Hidayah, sangat bersyukur anak asuhnya diajak oleh pihak Sriwijaya.

"Semoga tambah jaya dan terus berkembang Sriwijaya Air," ujarnya.

Baca: Sah! Mahkamah Konstitusi Putuskan Kolom Agama di KTP Dihapus, Begini Bunyi Putusannya

Nantinya anak yatim dari Panti Asuhan Al Hidayah akan menampilkan baca doa, azan dan berbusana adat Banjar.

"Pengamalan tahun lalu, anak-anak sangat senang bisa berkenalan dengan teman baru dari seluruh Indonesia," ungkap Masliana.

Ery Soehaeri, Distric Manager Sriwijaya Banjarmasin, menyatakan, ini sebagai ujud berbagi kepada sesama khususnya anak yatim.

"Selain profesionalisme dan kerja keras, perkembangan Sriwijaya Air juga tak lepas dari doa anak yatim. Kami ingin berbagi rasa dengan membahagiakan anak yatim dari seluruh Indonesia," terangnya.

Baca: Ngeri, Muncul Teriakan dan Pukulan dari Peti Mati Saat Masuk ke Liang Lahat, Begini Ceritanya

Lanjut Ery, para anak yatim akan dijemput di bandara oleh Dirut Sriwijaya Air, Chandra Li selama dua hari berturut-turut.

"Para anak yatim diberi edukasi tentang ke-bhinneka-an, karena ini aset yang sangat berharga. Mereka akan tampil pada pentas budaya untuk menampilan tari daerah, hobi mereka dan talenta lainnya. Juga mungkin ke istana negara, kemudian wisata sejarah dan budaya yakni museum," papar Ery. (*)

Penulis: Salmah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help