Berita HSU

Bentuk KWT dan Berikan Pembinaan, Begini Cara Tim PKK di Babirik Berdayakan Istri Petani

Para petani biasanya beralih mencari mata pencaharian sebagai nelayan saat musim penghujan. Dan para istri hanya sebagai ibu rumah tangga dirumah.

Bentuk KWT dan Berikan Pembinaan, Begini Cara Tim PKK di Babirik Berdayakan Istri Petani
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Babirik membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) yang beranggotakan istri para petani. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Sebagian besar warga Kecamatan Babirik adalah petani. Namun sayangnya tidak seluruh lahan pertanian bisa tanam dua kali. Seperti di Desa Sungai Durait Tengah yang hanya bisa tanam saat musim kemarau.

Para petani biasanya beralih mencari mata pencaharian sebagai nelayan saat musim penghujan. Dan para istri hanya sebagai ibu rumah tangga dirumah.

Hingga akhirnya Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Babirik membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) yang beranggotakan istri para petani.

Ketua TP PKK Babirik Husna mengatakan anggota KWT Bunga Mawar Desa Sungai Durait Tengah berjumlah 36 orang. Mereka mendapat pembinaan mengenai pemanfaatan lahan pekarangan serta cara menanam sayuran dengan media polibek.

Baca: Pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution, Cuitan Fadli Zon: 3 Tahun Dua Kali Nikahkan Anak

Kegiatan ini dirasa sangat membantu mereka, karena tak sedikit dari mereka yang akhirnya mengaplikasikan pengetahuannya dirumah masing masing.

Kelompok yang dibentuk sejak April 2017 ini saat ini memiliki lahan yang digunakan untuk pelatihan yaitu Kawasan Rumah Pekarangan Lestari (KRPL). "Dalam kawasan ini para istri petani diajarkan menam sayuran seperti terong dan kentang menggunakan media polibek, serta daun bawang dan lombok. Hasil tanaman dijual dan hasilnya digunakan kembali untuk mengembangkan kelompok," ujarnya.

Diakui Husna bahwa masih perlu banyak pengembangan dari KWT Bunga Mawar, hingga diharapkan nantinya hasil tanaman yang mereka tanam dapat panen dalam jumlah besar dan keuntungannya dapat diberikan kepada anggota.

Kebun bibit Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar
Kebun bibit Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar (banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati)

"Sebagian besar sudah banyak yang menanam sendiri dirumah, dan kami terus memberikan pembinaan mengenai proses tanam dan perawatan serta pengobatan jika tanaman terserang penyakit," ujarnya.

Baca: Sindir Pernikahan Anak-anak Jokowi, Fadli Zon Ramai Dapat Balasan Menohok Para Netizen

Husna menambahkan KRPL Desa Sungai Durait Tengah juga dilombakan dan mewakili Kabupaten HSU di tingkat provinsi. "Tim penilai dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi juga sudah datang untuk memberikan penilaian," ungkapnya.

Terpisah, Aminah warga Desa Sungai Durait Tengah mengatakan dengan adanya kelompok ini dirinya merasa lebih dekat dan kompak dengan para ibu ibu di desanya.

Selain itu pengetahuab yang didapat juga telah dicobanya di rumah yaitu menanam lombok dalam polibek. "Memang masih belum berbuah, karena saya menanam cukup banyak sudah ada yang ingin membeli tanaman lombok saya meskipun belum berbuah, saya jual sekaligus dengan polibeknya," ungkapnya.

Aminah juga mendapatkan bantun polibek dan bibit dari kelompok. Hal ini membuatnya memiliki kegiatan dimana sebelumnya hanya sebagai ibu rumab tangga dan tidak bekerja. (*)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help