Kriminalitas Tanahlaut

Duh, Jaksa Terpaksa Gunakan Bahasa Daerah di Sidang Penganiayaan Penggali Parit Ambawang

JPU sendiri harus menggunakan bahasa daerah agar mengetahui penjelasan saksi Suwardi. Itu karena penjelasannya lebih dipahami JPU

Duh, Jaksa Terpaksa Gunakan Bahasa Daerah di Sidang Penganiayaan Penggali Parit Ambawang
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Inilah ketiga terdakwa yang melukai korban penggali parit batas lahan di HGU Desa Ambawang, Kecamatan Batuampar sebelum persidangan dimulai di Pengadilan Negeri Pelaihari, Selasa (7/11/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut merasa yakin dengan dakwaan terhadap para terdakwa, Suwito Cs melukai korban, Nor Ifansyah, pekerja penggali parit batas lahan HGU di Desa Ambawang, Kecamatan Batuampar.

Itu dikatakan Kepala Seksi Pidana Umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Adhya Satya seusai mengikuti persidangan kasus pengeroyokan terhadap pekerja penggali parit batas lahan di HGU Desa Ambawang di Pengadilan Negeri Pelaihari, Selasa (7/11/2017).

Baca: LIVE STREAMING Final Liga 1 U-19 Persib Vs Persipura, Sebentar Lagi Dimulai!

"Saya mendengar keterangan saksi terdakwa itu tidak mengetahui apa yang dilakukan ketiga terdakwa. Saksi hanya mengakui bahwa ketiga terdakwa memang berada di lokasi peristiwa," kata Adhya semringah.

Menariknya, dua kesaksian yang diajukan penasihat hukum terdakwa, Suwardi dan Suratman sempat membuat majelis hakim yang diketuai Boedi Haryantho, pusing.

Dua hakim anggota Leo Mampe Hasugian dan Harries Konstituanto pun banyak berkerut keningnya. Itu karena keterangan kedua saksi terkesan berbelit dan menjawab tidak sesuai pertanyaan majelis hakim.

Baca: LIVE STREAMING Persib U-19 Vs Persipura U-19, Momentum Merebut Hati Luis Milla

JPU sendiri harus menggunakan bahasa daerah agar mengetahui penjelasan saksi Suwardi. Itu karena penjelasannya lebih dipahami JPU jika menggunakan bahasa Jawa.

Penasihat hukum terdakwa, Ali Murtadlo, merasa yakin bahwa ketiga terdakwa tidak melakukan penganiayaan terhadap korban. Itu diyakini sesuai penjelasan Suwardi yang hanya melihat ketiga terdakwa tak pernah mendekati korban Nor Ifansyah.

Baca: Pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution, Paspampres Lucuti Senjata Aparat Keamanan

Lantas siapa yang melukai korban hingga mengakami luka dan oatah lengan? Majelis hakim menunda persidangan pekan depan, untuk mendengar keterangan dua saksi lagi akan yang diajukan penasihat hukum terdakwa untuk membebaskan terdakwa dari jerat hukum.

Sementara itu, suasana sidang itu masih tetap dipenuhi pengunjung dari keluarga terdakwa dan warga petani di Desa Ambawang, Kecamatan Batuampar. Polisi memeriksa setiap pengunjung yang masuk agar tidak membawa benda yang membahayakan pengunjung atau mengganggu jalannya persidangan.

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved