BanjarmasinPost/
Home »

Kolom

» Tajuk

Ingat Merkuri Ingat Minamata Disease

Sebelum meninggal, para korban tidak merasakan sensasi pada bagian kaki dan tangan, tidak bisa melihat, tak bisa mendengar, dan bicaranya kurang jelas

Ingat Merkuri Ingat Minamata Disease
BPost Cetak
Tajuk Bpost 

WASPADA. Limbah merkuri mengancam kita. Berdasar laporan sampai Oktober 2017, di Kalsel ada lima perkara penggunaan merkuri dari total 59 perkara se-Indonesia. Sedangkan indikasi pengunaan merkuri pada tambang emas di Kalsel, ada 44 dugaan. Sebanyak 16 kasus di Tanah Laut, 23 di Kabupaten Banjar, dan sisanya lima kasus di Kotabaru.

Sekadar mengingatkan, maklum kita sering lupa, limbah merkuri sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Apa yang terjadi di Minamata, sebuah desa nelayan sekaligus kota industri di distrik Kyushu, Jepang, adalah fakta yang tidak bisa terbantahkan, betapa mengerikannya limbah merkuri.

Penyakit Minamata (Minamata Disease) adalah sebutannya. Penyakit ini menyerang sistem saraf pusat, setelah seseorang memakan ikan dan kerang yang mengandung senyawa merkuri. Di sekitar Teluk Minamata, pada tahun 1956, sebanyak 2.265 orang terserang dan sebanyak 1.784 orang meninggal karena keracunan yang diakibatkan oleh merkuri.

Sebelum meninggal, para korban tidak merasakan sensasi pada bagian kaki dan tangan, tidak bisa melihat, tak bisa mendengar, dan bicaranya kurang jelas. Ini baru dampak yang ringan. Dampak yang lebih berat, sebelum meninggal korban menderita sakit kepala permanen, mengalami kegilaan, kelumpuhan, koma, kemudian mengalami kematian.

Kita sekarang patut bersyukur, Presiden Joko Widodo sudah mendeklarasikan dan menginstruksikan Indonesia harus bersih dari bahan kimia merkuri. Kalsel sendiri sangat serius menanggapinya. Dinas ESDM Prov Kalsel sudah menyatakan kesiapannya dan menyepakati untuk zero merkuri di daerah ini. Bahkan, anggaran untuk itu sudah siapkan, sebesar Rp1,5 miliar.

Zero merkuri ini harus kita dukung bersama. Dukungan itu tidak sekadar kata-kata, tapi juga tindakan yang tegas. Karena penggunaan merkuri, satu di antaranya para pencari emas illegal, masih marak. Dan mereka bekerja sudah terorganisir dengan baik. Ada cukong dan ada pelindungnya. Sangat tidak salah, kalau polisi di Kalsel memelopori dibentuknya Satgas antimerkuri.

Minamata adalah contoh dari malapetaka lingkungan sekaligus pelajaran berharga bagi kita semua. Kita tidak ingin apa yang terjadi di Minamata itu terjadi juga di tempat kita. Sudah saat kita tidak hanya memikirkan emas semata, tapi juga memikirkan nasib anak cucu kita ke depannya.

Ingat merkuri, ingat juga Minamata Disease. Semoga saja zero merkuri terwujud. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help