BanjarmasinPost/
Home »

Kolom

» Tajuk

Aksi Brutal di Amerika Serikat

Pernyataan keras pun dilontarkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump bahwa insiden penembakan jemaat Gereja First Baptist di Texas

Aksi Brutal di Amerika Serikat
BPost Cetak
Tajuk Bpost 

AKSI brutal, penembakan membabi buta kembali terjadi di Amerika Serikat. Aksi teror dilakukan Devin Patrick Kelley (26), mantan personel Angkatan Udara AS yang dipecat secara tidak hormat itu, menembaki jemaat Gereja Baptis Pertama di Sutherland Springs, Texas, Minggu (5/11).

Pernyataan keras pun dilontarkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump bahwa insiden penembakan jemaat Gereja First Baptist di Texas, itu sebagai aksi iblis. Ia menyatakan, tindakan yang dilakukan Davin Patrick Kelley adalah tindakan yang dilakukan iblis. Sebab, terjadi saat ibadah (BPost, 7/11/2017).

Bagaimana bisa, orang-orang atau jemaat lagi ibadah? Ya, Kelley menggunakan senjata laras panjang otomatis. Ia masuk gereja kemudian menembaki jemaat secara membabi buta, yang tengah dan lagi hikmat melakukan ibadat. Sebanyak 26 orang tewas dan sedikitnya 24 orang cedera, termasuk anak-anak.

Pun pelaku, tewas setelah dilakukan pengejaran oleh warga. Kelley yang berstatus sudah menikah dan mempunyai satu anak itu, baru saja mengunggah sebuah foto senapan serbu AR-15 di halaman Facebook-nya. Kemudian, memberi keterangan berupa cacian kepada seorang perempuan.

Riwayatnya, Kelley dipecat sebagai personel Angkatan Udara Amerika Serikat, karena melakukan kekerasan terhadap istri dan anaknya. Ia diadili karena perbuatan itu, mendapat hukuman 12 bulan penjara pada 2014. Ia kemudian menjadi relawan, guru pelajaran Alkitab di Kingsville First Baptist Church.

Kini, polisi Amerika Serikat tengah menyelidiki akan adanya kemungkinan Kelley menjadi anggota sebuah kelompok milisi lokal. Dengan demikian, kejadiaan ini membuka mata bahwa pelaku adalah eks narapidana, yang mungkin saja terindikasi menjadi anggota milisi lokal, yaitu kelompok radikal.

Aksi brutal ini dinilai menjadi bukti, bahwa program pemulihan eks narapidana belum begitu maksimal di negara adikuasa tersebut. Pelaku, misalnya diketahui pernah dipenjara dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga, juga yang berstatus sebagai mantan personel Angkatan Udara, bergengsi di Amerika Serikat.

Gerangan apa yang belum maksimal? Pemulihan yang dilakukan untuk narapidana di Amerika Serikat, bekerja sama dengan komponen di masyarakat. Artinya, perlu upaya menetralisir paham-paham radikal melalui pendekatan hukum, psikologi, agama dan sosial bagi mereka yang dipengaruhi paham radikal dan prokekerasan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), radikalisme dimaknai paham atau aliran radikal dalam politik; Paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis.

Seberapa besar ketahanan warga terhadap ancaman ini, dibuktikan dalam kehidupan. Bukankah Kelley, pernah menjadi relawan guru pelajaran Alkitab di Kingsville First Baptist Church? Memang, orientasi dan pengalaman keagamaan, belum fungsional dalam kehidupan. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help