Berita Banjarbaru

Bagaimana Kondisi Ekspor Komoditas Perikanan Kalsel? Cek Data Berikut

Data ini menunjukkan kenaikan ekspor yang signifikan untuk produk hidup sebesar 172 persen

Bagaimana Kondisi Ekspor Komoditas Perikanan Kalsel? Cek Data Berikut
Banjarmasinpost.co.id/Nia Kurniawan
Kepala BKIPM Banjarmasin, Hasim 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kalimantan Selatan memiliki potensi perikanan yang sangat potensial. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Banjarmasin senantiasa melakukan pengawasan, pengendalian dan pembinaan terhadap stake holder dan pengusaha di Bidang Perikanan yang ada.

Kepala BKIPM Banjarmasin, Hasim mengatakan, Kalimantan Selatan memiliki potensi perikanan yang besar. Berdasarkan data BKIPM Banjarmasin, per Oktober 2017, volume ekspor Kalsel sebanyak 1,896,885 kg (1.897 ton) berupa udang beku dan 17,301 ekor arwana dan labi-labi dengan nilai total sebesar Rp 200,621 miliar.

Baca: Irfan Bachdim Ancam Tolak Bela Timnas Indonesia Pascaputusan Bhayangkata FC Menang WO

Baca: LIVE STREAMING TVONE Madura United Vs Bhayangkara FC, Juara Liga 1 Ditentukan Malam Ini

Negara tujuan ekspor didominasi Jepang, China, Taiwan, Uni Eropa, Vietnam, dan Korea. Data ini menunjukkan kenaikan ekspor yang signifikan untuk produk hidup sebesar 172 persen dan untuk produk beku sebesar 1,46 persen dengan peningkatan nilai perdagangan sebesar 36,61persen dibanding periode bulan yang sama pada 2016.

"Disamping itu juga, frekuensi ekspor komoditas perikanan Kalsel meningkat menjadi 250 kali atau sebesar 14,68 persen. Pertumbuhan ekspor ini tentunya kabar menggembirakan bagi stake holder perikanan," kata Hasim.

Baca: Soal Putusan Bhayangkara FC Menang WO, Sylvano Comvalius: Indonesian Circus League

KKP melalui BKIPM terus berupaya meningkatkan daya saing khususnya produk perikanan ekspor dalam rangka menghadapi pasar bebas MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) dan AFTA (ASEAN Free Trade Area) yang telah di hadapan.

Untuk itu, KKP melalui BKIM dengan penandatangan MRA dengan negara mitra melalui program sertifikasi HACCP, sertifikasi HC Mutu dan HC karantina Ikan, Inspeksi dan Survailen sehingga Produk Perikanan Indonesia dapat diterima oleh negara-negara luar di Asia, Amerika sampai ke Uni Eropa.

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help