BanjarmasinPost/
Home »

News

» Sains

Sains

Ilmuwan Kaget, Mamalia yang Dulu Makhluk Malam, Takdirnya Berubah Setelah Hantaman Asteroid

Namun hantaman asteroid yang menghantam bumi dan memicu kepunahan dinosaurus tanpa disadari juga mengubah garis hidup pendahulu mamalia.

Ilmuwan Kaget, Mamalia yang Dulu Makhluk Malam, Takdirnya Berubah Setelah Hantaman Asteroid
Mark Witton/Recreating an Age of Reptiles
Kayentatherium, mamalia zaman dinosaurus. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Dahulu kala nenek moyang mamalia adalah hewan nokturnal, hewan yang aktif di malam hari.

Namun hantaman asteroid yang menghantam bumi dan memicu kepunahan dinosaurus tanpa disadari juga mengubah garis hidup pendahulu mamalia.

Sebuah studi yang di terbitkan di Nature Ecology & Evolution mengungkapkan setelah peristiwa tersebut, mamalia mulai berubah hidup di siang hari atau diurnal.

"Terus terang kami terkejut dengan korelasi antara punahnya dinosaurus dengan awal aktivitas siang hari pada mamalia," kata Roi Maor, peneliti dari Sekolah Zoologi Universitas Tel Aviv seperti dikutip dari Inverse, Senin (6/11/2017).

Teori yang mengemukakan bahwa nenek moyang mamalia nokturnal telah ada beberapa waktu.

Beberapa ilmuwan berasumsi bahwa mamalia kuno hidup nokturnal karena tidak bisa bersaing mencari makan dengan dinosaurus yang aktif di siang hari. Atau mamalia kuno ingin menghindari dimangsa oleh dinosaurus sendiri.

Namun baru kali ini penelitian tersebut dilakukan. Penelitian ini juga mencoba memberi tanggal kapan transisi tersebut dimulai.

Penelitian tersebut dilakukan dengan meneliti data 2.415 spesies mamalia yang ada saat ini. Peneliti dari University College London dan Museum Sejarah Alam Steinhardt di Tel Aviv menggunakan algoritma komputer untuk merekonstruksi pola aktivitas nenek moyang mamalia.

Hasilnya ditemukan jika ada dua pohon keluarga mamalia yang berbeda, yang keduanya mengungkapkan bahwa nenek moyang mamalia ini beralih dari kehidupan nokturnal ke kehidupan siang hari setelah dinosaurus menghilang.

Prosesnya terjadi secara bertahap selama sejuta tahun.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help