Srikandi Sungai Kalimantan Nyebur ke Sungai Tanam Pohon Rambai di Batola

Jika pakan alam menyusut bisa berdampak migrasi Bekantan setempat lain dan hal itu bisa berdampak terjadinya konflik dengan satwa liar lain.

Srikandi Sungai Kalimantan Nyebur ke Sungai Tanam Pohon Rambai di Batola
istimewa
SSI Kalimantan bersama para pencinta sungai Kalsel menanam bibit pohon Rambai di wilayah Batola, beberapa hari lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebelum dikukuhkan sebagai Srikandi Sungai Indonesia (SSI) Region Kalimantan, Amalia Rezeki, Yasmin Qamarani dan kawan-kawan menanam pohon Rambai di tepian Sungai Barito. Lokasinya yakni di Pulau Curiak, dekat Desa Conoco, Kabupaten Baritokuala (Batola).

Kegiatan itu mereka lakukan sekaligus untuk memakanai Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017. Sebanyak 100 bibit Rambai yang ditanam oleh perempuan muda Banua enerjik itu. Penanaman pohon itu mereka bersama sekitar 120 orang pencinta lingkungan di Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Kami ramai-ramai menyebur ke sungai untuk menanam biti pohon Rambai tersebut. Soalnya area yang ditanami kan tepian sungai,” ucap Amalia Rezeki , SSI Region Kalimantan, yang membidangi Konservasi Lahan Basah untuk Pelestarian Habitat dan Populasi Bekantan Kalsel.

Penamaman pohon Rambai cukup penting karena merupakan habitat satwa yang dilindungi tersebut. Buah Rambai sekaligus menjadi sumber makanan binatang berhidung panjang itu.

Baca: Surat Berlogo DPR yang Dikirim ke KPK Ternyata Atas Perintah Setya Novanto, Ini Isinya

Baca: Aksi Cabul Kendro Terbongkar Setelah Bocah FA Nangis dan Didengar Seorang Tentara

Baca: Heboh Kemunculan Ikan Aneh Mirip Belut di Kalimantan Barat, Apa ini Haruan Zaman Now?

Baca: LIVE STREAMING Resepsi Pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution, Presiden Jokowi Mohon Doa

Baca: Dikabarkan Ancam Tolak Bela Timnas, Irfan Bachdim Unggah Ini Lewat Instagramnya

"Kegiatan penanaman rambai ini berhubungan erat dengan upaya pelestarian Bekantan yang merupakan mayor mangrove yang menjadi pakan utama satwa khas Banua itu," tandas Amalia, Rabu (08/11/2017).

Ia mengatakan program gerakan penamaman sejuta Rambai perlu disukseskan sebagai penyedia makanan yang cuku bagi Bekantan.

Jika pakan alam ini menyusut bisa berdampat terhadap migrasi Bekantan setempat ke daerah lain dan hal itu bisa berdampak terjadinya konflik dengan satwa liar lainnya, termasuk konflik dengan manusia.

Sebelum dilantik sebagai Srikandi Sungai Indonesia, beberapa waktu lalu pihaknya telah lebih dulu melakukan aksi sosial berupa penanam pohon Rambai di kawasan Batola. Kini, sosialisasi edukasi sanitasi dan kesehatan lingkungan akan makin diintensifkan.

Dosen Biologi FKIP, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, ini mengatakan latar belakang dibentuknya SSI mengingat pentingnya kelestarian sungai karena menjadi sumber kehidupan. Air yang menjadi urat nadi kehidupan kita kini telah mengalami penurunan kualitas.

Selengkapnya simak di koran Banjarmasin Post edisi, Kamis (09/11/2017).

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Idda Royani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved