Kriminalitas Tanahlaut

Tiga Pelajar Tertangkap Jadi Otak Pembobol Sekolah, Ini Kata Disdik Tala

Pasca terungkap tiga pelajar sebagai otak sekaligus pelaku pembobol sejumlah sekolah di Kecamatan Pelaihari hingga

Tiga Pelajar Tertangkap Jadi Otak Pembobol Sekolah, Ini Kata Disdik Tala
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Pelaku pencurian perangkat elektronik di empat sekolah di Kecamatan Pelaihari, diduga merupakan sindikat. Itu dikatakan Kapolres Tanahlaut, AKBP Sentot Adi Dharmawan kepada awak media massa di Mapolres Tanahlaut, Rabu (8/11/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pasca terungkap tiga pelajar sebagai otak sekaligus pelaku pembobol sejumlah sekolah di Kecamatan Pelaihari hingga merugikan puluhan juta rupiah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanahlaut, Abdillah, mendorong para kepala SDN dan SMPN agar menyediakan petugas jaga malam di lingkungan sekolah.

Menurut Abdillah, keberadaan petugas jaga malam itu sangat penting menjaga barang inventaris di sekolah tersebut dari ulah pencuri. Tidak cukup hanya melengkapi dengan kamera perekam di setiap sudut sekolah.

Terkait gaji petugas jaga malam itu, Abdillah berharap para kepala sekolah punya inisiatif dan kreatif menyakinkan komite sekolah demi keamanan dan ketentraman peralatan elektronik penunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.

"Saya yakin kepala sekolah mampu menyakinkan komite sekolah, pentingnya keberadaan penjaga malam di sekolah. Untuk jangka pendek, fasilitas kamera CCTV itu terlalu mahal," katanya, Rabu (8/11/2017).

Sementara, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tanahlaut, Luffiati Uyun, mengaku sudah menerima informasi anak sebagai pelaku tindak pidana pencurian.

Menurut Luffiati, pemerintah melindungan setiap anak dalam posisi apa pun.

Namun, saat ini pihaknya hanya menyiapkan rumah singgah bagi anak sebagai korban tindak pidana.

"Bukan sebaliknya, anak sebagai pelaku tindak pidana. Tapi kami akan berkoordinasi dengan pihak Polres Tanahlaut. Itu karena perlakukan anak sebagai pelaku tidak sama dengan pelaku dewasa," katanya.

Pandu (19) pelaku yang berusia paling tua dan mengaku mahasiswa di Kota Banjarmasin mengaku hanya sebagai pencari pembeli barang hasil curian.

Menurutnya otak pelaku dan target sekolah yang menjadi sasaran operasi diarahkan oleh ketiga anak sebagai pelaku sekaligus berstatus pelajar SMKN di Kecamatan Pelaihari.

Keenam pelaku diduga merupakan sindikat pencurian pemberatan yang beroperasi di sejumlah sekolah di wilayah Tanahlaut. Polisi baru menerima laporan dari empat sekolah dari tujuh sekolah yang dibobol dan diakui para pelaku.

Kapolres Tanahlaut AKBP Sentot Adi Dharmawan mengimbau agar sekolah tak hanya menempatkan petugas jaga malam. Tapi juga memasang kamera pengintai di setiap sudut sekolah, khusus di ruang laboratorium komputer dan lokasi rawan dibobol pencuri. (BANJARMASINPOST.co.id/mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved