BanjarmasinPost/
Home »

Kolom

» Tajuk

Belajar dari Jokowi Mantu

Secara psiko-sosial, warga tentu senang lantaran resepsi ‘tetangga se-kota mereka’ ternyata menjadi magnet bagi warga bangsa.

Belajar dari Jokowi Mantu
BPost Cetak
Tajuk Bpost 

KEMARIN, menjadi babak baru kehidupan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution. Putri Presiden Joko Widodo tersebut resmi menyandang status sebagai istri. Kebahagiaan tak hanya dirasakan mempelai dan keluarga Jokowi. Tukang becak, pedagang di pasar, pedagang bunga, dan mayoritas warga Solo, ikut menerima berkah bahagia.

Secara psiko-sosial, warga tentu senang lantaran resepsi ‘tetangga se-kota mereka’ ternyata menjadi magnet bagi warga bangsa. Belasan ribu orang ‘mudik’ ke Solo dan mereka yang tak berksempatan hadir, rela nongkrong di depan televisi atau kehilangan pulsa data untuk menyaksikan live streaming acara itu.

Yang juga harus diapresiasi adalah, warga yang secara geneologis tak punya hubungan darah, secara geografis tak berada satu RT, boleh merasa memiliki acara itu dan dipersilakan datang ke resepsi yang digelar dalam lima sif.

Warga solo yang karena alasan apa pun tak berksempatan menuju gedung resepsi, juga bisa menikmati acara dan merasa sedang punya hajat, dengan cara melihat langsung kirab kereta kencana ala royal wedding.

Jokowi memang bisa disebut sukses menjadikan acara pernikahan putrinya layaknya event wisata yang dikunjungi ribuan pelancong. Pengunjung resmi saja, tercatat ada 5.000 relawan dari Jakarta dan daerah lain, serta 3.000 tamu undangan yang datang dari penjuru nusantara.

Ribuan orang dari luar Solo yang berdatangan sejak Senin (6/11) dan bisa jadi baru pulang pada hari ini atau besok, tentu tak sekadar menikmati resepsi pernikahan Kahiyang-Boby atau sekadar “setor muka’ pada Jokowi.

Sebagian kecil atau bahkan sebagian besar di antara mereka, pastilah mencicipi jajananan di pusat kuliner Gladag Langen Bogan (Galabo), belanja batik ke Pasar Klewer, membeli oleh-oleh di kawasan Coyudan, atau sekadar menikmati jajanan ‘ndeso’ di hik (angkringan ala Solo) yang tersebar di seantero kota Bengawan.

Jadi, tak ada salahnya bila kita yang di Kalimantan Selatan (Kalsel) belajar dari event pernikahan putri Jokowi. Agar kegiatan nasional yang digelar di provinsi ini juga menjadi berkah bagi warga, dan bukan sekadar mendongkrak hunian hotel dan load factor penerbangan.

Bila pun pembelajaran dari acara resepsi dianggap kurang, sejumlah event di Solo sejak era Jokowi menjadi wali kota tentu bisa menjadi ‘tauladan’ bagi kita. Sebut saja Solo Batik Carnival, Solo International Performing Art (SIPA), dan sejumlah event luar biasa lainnya. Sejumlah acara itu sudah menjadi magnet peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) bagi kota yang tak punya hasil alam dan hanya bertumpu pada perdagangan dan ekonomi kreatif. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help