Kriminalitas Tanahlaut

Divonis 1,6 Tahun, Penasihat Hukum Bandar Arisan Online Semringah Menerima

Apa yang membuat terdakwa menerima vonis lebih ringan dari tuntutan jaksa, saat pembacaan putusan hukuman terhadap terdakwa

Divonis 1,6 Tahun, Penasihat Hukum Bandar Arisan Online Semringah Menerima
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Penasihat hukum terdakwa, bandar arisan online Adam Parawansa Shabubakar menerima vonis yang dijatuhkan majelis hakim atas kliennya, Irmi Ridha, pidana penjara selama satu tahun enam bulan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Penasihat hukum terdakwa, bandar arisan online Adam Parawansa Shabubakar menerima vonis yang dijatuhkan majelis hakim atas kliennya, Irmi Ridha, pidana penjara selama satu tahun enam bulan.

Itu diakuinya lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut, pada sidang sebelumnya, yaitu pidana penjara selama dua tahun enam bulan.

Selain itu, Adam mengaku masih banyak lagi kasus serupa yang harus ditangani di Pengadilan Kota Banjarbaru dengan jumlah korban atau saksinya sekitar belasan orang.

Baca: LIVE STREAMING TV ONE PSMS Medan Vs Kalteng Putra, Sebentar Lagi Top Skorer Ini Beraksi

"Di Tanahlaut ini, saksi dan pelapor korbannya cuma satu orang," katanya usai sidang di Pengadilan Negeri Pelaihari, Kamis (9/11/2017).

Jika Adam semringah, lain dengan pihak penuntut umum, Muhamad Yuphan langsung memperbaiki kaca matanya mendengar putusan majelis hakim.

Ia langsung menjawab pilihan pikir-pikir dengan putusan majelis hakim saat ditanyai pendapatnya oleh ketua majelis hakim Budhi Haryantho.

Baca: Sidang Arisan Online, Hakim Kesal Suami Iray Selalu Bilang Tidak Tahu Aliran Uangnya

Ketua majelis hakim Budhi Haryantho yang didampingi dua hakim anggota Leo Mampe Hasugian dan Riana Kusumawati, memberi waktu tujuh hari atau satu pekan kepada pihak jaksa penuntut umum.

Apabila dari dari batas waktu tujuh hari tak melakukan upaya banding, majelis hakim menganggap jaksa menerima putusan tersebut dan berkekuatan hukum tetap.

Halaman
12
Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved