Techno

Pembatasan Kepemilikan Kartu SIM, Begini Penjelasan Menteri Kominfo

Pemerintah membatasi kepemilikan kartu SIM per orang sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Nomor 14 tahun 2017

Pembatasan Kepemilikan Kartu SIM, Begini Penjelasan Menteri Kominfo
kompas.com
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID,  JAKARTA - Pemerintah membatasi kepemilikan kartu SIM per orang sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Nomor 14 tahun 2017 Perubahan Atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Kebijakan ini pun menuai reaksi, meski demikian Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara punya jawabannya sendiri. Apa itu?

"Pembatasan kartu perdana akan membuat industri telekomunukasi menjadi lebih efisien," ujar Menteri Kominfo, Rudiantara, Kamis (9/11).

Rudiantara bilang, akibat persaingan tidak sehat membuat masyarakat sering berganti kartu perdana. Jumlah kartu perdana beredar di pasar mencapai 500 juta tiap tahunnya.

Angka tersebut dinilai lebih tinggi bila dibandingkan jumlah pengguna. Jumlah kartu perdana yang digunakan dalam ponsel hanya sebanyak 300 juta.
Selisih tersebut merupakan kartu perdana yang dibuang setelah digunakan.

Pembatasan kartu perdana menurut Rudiantara telah di atas rasio penggunaan.

Rudiantara bilang rasio kartu perdana dibandingkan dengan pengguna sebesar dua banding satu.

"Kartu perdana yang digunakan sebanyak 300 juta sedangkan orang Indonesia yang punya ponsel diperkirakan sebanyak 180 juta orang," terangnya.

Pengguna pra bayar hanya dapat mendaftarkan diri pada tiga nomornya.

Lebih dari itu, pengguna diharuskan mendaftar di gerai resmi operator. (KONTAN.co.id)

Editor: Ernawati
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved