BanjarmasinPost/
Home »

Kolom

» Fikrah

Anak Abah

Penulis juga mudik ke pahuluan (Balangan, Tanjung dan lain-lain), menggunakan taxi umum, berjejal dengan para penumpang lainnya

Anak Abah
dok BPost
KH Husin Naparin

Oleh:KH Husin Naparin
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan

Hari ini, 10 November 2017 usiaku mencapai 70 tahun menurut perhitungan kalender Masehi, tetapi 73 tahun menurut perhitungan tahun Hijriah (lahir 10 November 1947 M/27 Dzulhijjah 1366 H). Aku merasa tubuhku sudah mulai rapuh.

Dahulu, penulis berdakwah menggunakan sepeda motor kesana-kemari, khususnya di Kota Banjarmasin menelusuri jalan-jalan beraspal, memasuki gang-gang sempit dan becek; siang dan malam, bisa jadi kehujanan dan kepanasan, seperti halnya guru-guru agama lain.

Penulis juga mudik ke pahuluan (Balangan, Tanjung dan lain-lain), menggunakan taxi umum, berjejal dengan para penumpang lainnya, kecuali jika dijemput.

Baru-baru ini, penulis menghadiri HUT ke-72 TNI RI, tiga hari di Jakarta pulang-balik Jakarta-Cilegon. Penulis merasa cape, batuk-batuk di tengah malam dan termuntah-muntah di perjalanan, ini sebagai contoh.

Akhir-akhir ini dalam perjalanan kemana-mana sering ketinggalan bahan ceramah, handphone, dompet, kacamata atau bahan-bahan lainnya yang diperlukan. Terasa sekali perlunya ada orang yang mendampingiku kemana-mana.

Isteri penulis tidak mungkin melalukannya, karena juga sibuk sebagai pengajar, pengurus yayasan lembaga pendidikan dan memberikan pengajian di masyarakat plus mengurus keluarga dekat, ada yang sakit, ini-itu dan lain sebagainya.

Ia menyarankan agar ada seseorang yang bisa menemani penulis kemana-mana. Hal ini tidak mungkin dilakukan oleh keponakan penulis, yang berjumlah 27 orang atau cucu-cucu (dari keponakan) yang berjumlah 47 dan cicit 10 orang. Mereka sibuk mengurus keluarganya masing-masing dan para cucu itu masih dalam usia sekolah/study, dan para cicit itu masih kecil.

Dalam suatu acara peringatan Isra Miraj 1438 di sebuah musala Kayutangi Banjarmasin, penulis mengenal seorang qari remaja usia 23 tahun, mahasiswa Fakultas Tarbiyah UIN Antasari Banjaramasin, semester V, berasal dari Kabupaten Tapin, bernama Ivi Amiarsa, suaranya merdu sekali, apalagi kalau ia membaca syair-syair maulid dan memang selalu menjadi juara pertama dalam sejumlah perlombaan.

Rupanya anak ini sudah mengenal penulis sejak tiga tahun lalu dalam acara peringatan maulid di sebuah masjid di Banjarmasin, penulis sebagai menceramah dan ia sebagai qarinya. Kepadanya penulis tawarkan, “Maukah anakda menemani ayahda dalam berdakwah, dan tinggal di rumah ayahda untuk membantu menyiapkan keperluan ayahda, seperti menyetrika baju dan lain-lain”.

Halaman
12
Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help