Berita HSU

Jalan Desa Jebol Akibat Terjangan Air, Camat Banjang Minta Warga Tetap Waspada dan Sarankan Ini

Jalan desa yang jebol pada Rabu (8/11) malam ini membuat masyarakat bergotong royong untuk membuat jalan sementara.

Jalan Desa Jebol Akibat Terjangan Air, Camat Banjang Minta Warga Tetap Waspada dan Sarankan Ini
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Warga membuat jembatan sementara agar bisa melawati jalan yang jebol 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Jebolnya jalan Desa Pandulangan Kecamatan Banjang menyebabkan lebih dari 200 hektar area pertanian terendam dan terancam gagal panen. Jalan desa yang jebol pada Rabu (8/11/2017) malam ini membuat masyarakat bergotong royong untuk membuat jalan sementara.

Kepala Desa Pandulangan Abdul Rahman mengatakan jalan yang jebol merupakan akses utama masyarakat yang berada di antara dua pintu air. Jalan ini memang sempat tergenang karena dua pintu air ditutup.

Pintu air ditutup untuk menghindarkan lahan pertanian di tujuh desa sekitar dari banjir. Karena lahan pertanian masih belum panen dan memerlukan waktu selama satu bulan untuk bisa dipanen.

Namun karena debit air terus bertambah dan aliran air luapan dari sungai Balangan semakin deras maka jalan desa tak sanggup lagi menahan hingga akhirnya jebol.

Baca: LIVE STREAMING TV ONE Persiba Vs Mitra Kukar, Misi Manis di Laga Terakhir Kasta Tertinggi

Selang beberapa jam setelah jalan jebol air mulai mengalir deras ke tujuh desa yaitu Desa Danau Terati, Pandulangan, Patarikan, Teluk Buluh, Murung Padang, Garunggang dan Teluk Sarikat.

Dan kondisi terakhir lahan pertanian warga sudah terendam seluruhnya oleh air. Untuk mencegah agar jalan yang jebol tidak semakin melebar, warga bergiting royong untuk menancapkan beberapa kayu sebagai penahan.

"Lahan pertanian sudah terendam semua, jika tidak segera surut maka tidak bisa dipanen lagi," ujarnya.

Camat Banjang Rusmadi Juriani yang selalu memantau kondisi desa juga ikut memberikan arahan kepada masyarakat untuk tetap waspada jika debit air sungai kembali naik. Beberapa desa yang terancam banjir juga diharapkan waspada dengan mengamankan barang barang berharga.

Baca: Pelatih Martapura FC Ungkap Alasan Tak Menurunkan Erwin Gutawa saat Lawani Persis Solo

Rusmadi berharap pada 2018 nanti beberapa desa di pinggiran sungai dapat meninggikan siring agar air sungai tidak meluap dan masuk desa.

"Siring desa memang perlu ditinggikan dan bisa menggunakan dana desa," ujarnya.

Jalan yang jebol juga tidak bisa ditutup hingga menunggu air surut karena arus yang sangat deras. Petani pun pasrah jika tidak bisa panen meskipun sudah mengeluarkan modal cukup banyak untuk tanam dan perawatan.

Terpisah Kabid Kedaruratan dan Logistic BPBD HSU Burhanudin mengatakan saat ini debit air Sungai Balangan memang tinggi dibanding dengan sungai Tabalong. Dan pihaknya terus berkoordinasi dengan aparat desa jika memerlukn bantun dari BPBD.

"Beberapa rumah warga juga sudah ada yang terendam banjir dan kami masih terus melakukan pendataan," ujarnya. (*)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help