BanjarmasinPost/
Home »

Kolom

» Tajuk

Meneladani Semangat Pahlawan

“Silakan berbagi foto atau lokasi di mana pengguna medsos melakukan upacara peringatan Hari Pahlawan

Meneladani Semangat Pahlawan
BPost Cetak
Tajuk Bpost 

HARI ini tepat di tanggal 10 November, seluruh bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Seperti biasa, selain upacara bendera di sejumlah instansi dan sekolah, juga diajak bagi masyarakat untuk mengheningkan cipta 60 detik secara serempak.

Menjadi menarik dengan yang diungkapkan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Sang menteri mengajak pengguna media sosial untuk memeriahkan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2017 dengan memviralkan lini masa dengan hashtag #pahlawanku dan #haripahlawan.

“Silakan berbagi foto atau lokasi di mana pengguna medsos melakukan upacara peringatan Hari Pahlawan, atau mengabadikan foto setelah hening cipta, atau berfoto di logo-logo Hari Pahlawan di kota masing-masing. Jangan lupa bubuhkan #pahlawanku. Ayo kita trendingkan topik Hari Pahlawan agar di media sosial juga terbangun memori kolektif tentang jasa-jasa para pejuang bangsa,” ajak Khofifah.

Ajakan ini tentu menarik. Pemerintah seolah tak ingin ketinggalan zaman, mengikuti tren kekinian, bahwa media sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Sebagaimana teori Chris Brogan (2010), “Media sosial adalah seperangkat alat komunikasi dan kolaborasi baru yang memungkinkan terjadinya berbagai jenis interaksi yang sebelumnya tidak tersedia bagi orang awam.”

Mengambil teori dari Chris Brogan tersebut, disadari bahwa pendekatan pada kelompok milenial yang gandrung bermedia sosial tentu berbeda. Sehingga tak salah imbauan tersebut disampaikan Mensos, agar bisa berinteraksi dengan lebih banyak orang.

Nah, sekarang tinggal masyarakat sendiri, apakah peringatan hanya sekadar bermedsos, atau upacara bendera. Karena, peringatan Hari Pahlawan yang bertitik tolak dari pertempuran Surabaya yang merupakan perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, mengandung banyak nilai-nilai keteladanan. Baik itu tentang pengorbanan, semangat cinta Tanah Air, kerja sama, dan lain sebagaimanya.

Jadi, tak semata dengan hastag atau memviralkan hari pahlawan. Ada harapan besar di sana, bahwa medsos benar-benar digunakan untuk menyebar kebaikan, dan bukan cacian atau hoax yang justru bertentangan dengan semangat para pahlawan pendahulu kita.

Hari Pahlawan seyogianya tidak cukup hanya diingat dan diperingati dengan upacara, membuat spanduk, atau bermedia sosial. Semua elemen bangsa harus menjadikannya sebagai cara refleksi dan penyadaran diri, apakah sudah berada di dalam garis perjuangan para pahlawan atau belum. Apakah kita sudah benar-benar meneladani semangat tersebut atau hanya sekadar menjalani seremoni.

Dalam konteks kekinian, tentu bukan lagi berperang secara fisik dengan bangsa asing, sebagaimana di masa perjuangan. Sederhananya, ikut memerangi korupsi pun, masyarakat sudah bisa menjadi pahlawan bagi bangsa ini.

Mengikuti semangat Bung Tomo yang berapi-api membakar semangat Arek Suroboyo, di peristiwa 10 November, jangan sampai anak muda kalah semangat dengan para pejuang. Karna sedikit mereduksi, pahlawan bukan semata yang berjuang di masa revolusi fisik, namun mereka yang memiliki jasa dan berguna bagi bangsa. Selamat Hari Pahlawan dan jadilah pahlawan, mulai dari lingkungan terkecil kita. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help