Kriminalitas HSS

Simpan Ribuan Carnophen di Jok Sepeda Motor, Warga Babirik Diciduk di Polsek Daha Utara

Ibnu, warga Desa Murung kupang Kecamatan Babirik Kabupaten HSU harus berurusan dengan pihak kepolisian dari Polsek Daha Utara.

Simpan Ribuan Carnophen di Jok Sepeda Motor, Warga Babirik Diciduk di Polsek Daha Utara
Ist
Barang bukti Carnophen yang disita jajaran Polsek Daha Utara 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Ibnu, warga Desa Murung kupang Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) harus berurusan dengan pihak kepolisian dari Polsek Daha Utara.

Saat melintas di Desa Hakurung Kecamatan Daha Utara, Hulu Sungai Selatan (HSS), Ibnu yang mengendari kendaraan roda dua dengan nopol DA 6447 FAR menunjukan gelagat mencurigakan.

Anggota polsek Daha Utara yang sedang melakukan giat patroli langsung mengamankan pelaku dan memeriksa Ibnu.
Ibnu hanya bisa pasrah saat diperiksa oleh aparat berwajib. Saat diperiksa di badan Ibnu petugas tidak ada menemukan barang yang mencurigakan.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan di sepeda motor pelaku. Ternyata ditemukan ribuan carnophen yang dibungkus plastik hitam yang disimpan dalam jok sepeda motornya.

Baca: LIVE STREAMING Barito Putera vs Persela, Kado Indah Akhir Kompetisi Jacksen F Tiago untuk Bartman

Kapolres HSS AKBP Rahmat Budi Handoko SIK melalui Kapolsek Daha Utara Iptu Hilmi Wansyah membenarkan dengan penangkapan pelaku.

"Setelah diperiksa, ditemukan 2200 butir carnophen. Barang itu disembunyikan dalam box yang ada di Jok motornya," katanya, Sabtu, (11/11/2017).

Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan di Polsek Daha Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Pelaku mengaku sudah sekitar tiga bulan menjual carnophen. Saat diamankan pelaku hanya pasrah," lanjutnya.
Ibnu yang diamankan pada Selasa, (7/11) pukul 14.00 Wita itu bakal dijerat pasal 196 jo pasal 197 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

Baca: Heboh Pernikahan Bos Minyak Dari Kapuas, Ternyata Pemilik Lamborghini Dari Gambut?

Kepada petugas, Ibnu mengaku belum lama berjualan carnophen. Dia nekad jualan carnophen karena terdesak keperluan ekonomi.

"Baru sekitar tiga bulan jualan carnophen. Untungnya untuk memenuhi keperluan hidup," ujarnya. (*)

Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved