Advertorial

Wujudkan Generasi Muda Sehat Berkualitas Tanpa Rokok

Rokok adalah hasil olahan tembakau terbungkus termasuk cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman nicotiana

Wujudkan Generasi Muda Sehat Berkualitas Tanpa Rokok
Istimewa
Kampanye Anti Rokok 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Perilaku merokok, konsumsi alkohol, dan diet yang tidak sehat serta kurangnya aktifitas fisik merupakan faktor risiko yang dapat menyebabkan 80% kematian akibat PTM.

Hasil Riskesdas 2013 menunjukkan bahwa 25,7% penduduk Kalsel merokok rata-rata 16,7 batang/hari.

Dalam rangka mengendalikan masalah tembakau atau rokok di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan, perlu keterlibatan semua sektor.

Dalam momentum Hari Tanpa Tembakau Sedunia dan Hari Kesehatan Nasional ke 53 Tahun 2017 Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan akan melaksanakan kegiatan kampanye anti rokok pada tanggal 12 November 2017.

Kegiatan ini dimeriahkan dengan senam sehat, jalan santai, pemeriksaan deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) berupa pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, asam urat, gula darah dan konsultasi dokter, gerakan minum jamu tradisional, serta gerakan makan buah dan sayur. Pada kampanye ini juga dibagikan banyak hadiah doorprize yang sangat menarik.

Rokok adalah hasil olahan tembakau terbungkus termasuk cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman nicotiana tabacum, nicotiana rustica dan spesies lainnya atau sintetisnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan.

Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menunjukkan bahwa persentase perokok meningkat dengan bertambanhnya umur, sampai kelompok umur 30-40 tahun, kemudian menurun pada kelompok umur berikutnya.

Peningkatan tertinggi terjadi pada kelompok umur yang paling muda yaitu 10–14 tahun, dari 0,3 % tahun 1995 menjadi 3,7 % tahun 2013 atau meningkat hingga 12 kali lipat selama 19 tahun terakhir.

The Global Youth Tobacco Survey Indonesia tahun 2014 (GYTS 2014) sebuah survey refresentase nasional berbasis sekolah dengan sasaran pelajar pada kelompok umur 13–15 tahun menunjukkan hasil bahwa 36,2 % pelajar laki-laki dan 4,3 % pelajar perempuan atau 20,3 % dari total pelajar mengkonsumsi produk tembakau dalam bentuk rokok maupun tembakau kunyah, dimana 18,3 % dari mereka merokok. Usia saat mulai merokok untuk pertama kali pada 43,2 % pelajar adalah 12-13 tahun.

Kebiasaan merokok telah membunuh setidaknya 235 ribu jiwa setiap tahun di Indonesia.

Halaman
1234
Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved