BanjarmasinPost/
Home »

Kolom

» Spirit

Kemarahan Raja

Ibarat dalam mimpi tanggal 4 November 2017 tiba-tiba seluruh hak-hak istimewa keluarga kerajaan yang semula berada di atas hukum,

Kemarahan Raja
Dok BPost
Pramono BS 

Oleh: Pramono BS

DUNIA terkejut melihat perubahan besar-besaran di Arab Saudi. Bukan hanya dalam bidang politik di mana kini Arab Saudi berperan besar dalam “mengatur” Libanon sehingga meningkatkan ketegangan dengan Iran, tapi juga kejutan di dalam negeri.

Ibarat dalam mimpi tanggal 4 November 2017 tiba-tiba seluruh hak-hak istimewa keluarga kerajaan yang semula berada di atas hukum, runtuh dan keluarga kerajaan pun wajib mengikuti aturan yang berlaku bagi warga negara lainnya.

Apa pasal? Raja Salman bin Abdulazis al-Saud mengeluarkan dekrit untuk membentuk badan antikorupsi, kira-kira semacam KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) kalau di Indonesia. Setelah dekrit Raja Salman menunjuk putera mahkota Pangeran Muhammed bin Salman untuk menjadi Ketua KPK Arab Saudi.

Tanpa membuang waktu Pangeran Muhammed pun langsung bergerak menangkap 11 pangeran dan 4 menteri, 38 mantan menteri, wakil menteri dan pengusaha top di negeri itu. Diantara pangeran yang ditangkap adalah Pangeran Alwaleed dan Pangeran Miteb. Mereka langsung ditahan dengan tuduhan korupsi dan pencucian uang. Pangeran Alwaleed termasuk orang terkaya di dunia dengan kekayaan Rp 240 triliun (Tempo.co 6/11/2017).

Bukan itu saja Raja Salman juga melarang jet-jet pribadi para pangeran bergerak dari hangar. Di sana sudah menjadi kebiasaan para pangeran yang hidupnya bergelimang uang memiliki pesawat pribadi. Mereka memiliki banyak perusahaan dan menangani berbagai proyek.

Tekad Raja Salman untuk memerangi korupsi bukan muncul tiba-tiba. Sejak dia mewarisi takhta kerajaan salah satu obsesinya adalah membasmi korupsi. Ia didukung oleh ulama senior Arab Saudi yang secara tradisi didukung oleh keluarga Ibn Saud. Dalam keterangan persnya lembaga Ulama Senior ini menegaskan bahwa pemberantasan korupsi adalah perintah syariat Islam dan merupakan kepentingan nasional. Pemberantasan korupsi tak kalah penting dari perang melawan terorisme, katanya (Kompas 7/11/2017).

Bagaimana orang tidak terkaget-kaget, negara yang selama ini dikesankan sangat makmur, aman dan penuh kedamaian ternyata banyak dihinggapi penykit korupsi. Kenyataan itu tersaput oleh keyakinan jutaan umat Islam yang melihat Arab Saudi sebagai negara penuh barokah, tak ada maling tak ada begal. Tertutup pula oleh ketegasan pengadilan yang menghukum pancung sampai potong tangan bagi pencuri. Ternyata proyek perluasan Masjidil Haram yang bikin kagum pun dikorupsi.

Langkah yang diambil telah menjadi penegas menuju reformasi dalam kerangka Visi 2030. “Kerajaan telah menegaskan era baru, transparansi, kejelasan dan akuntabilitas,” kata Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammed Al-Jadaan sebagaimana dikutip Kompas.

***

Halaman
12
Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help