BanjarmasinPost/

Liga Indonesia

Gara-gara "Nyanyian" Sanogo, Media Jerman Beberkan Keburukan Liga Indonesia

Striker asal Pantai Gading ini diputus kontraknya oleh manajemen Madura United lantaran penampilannya tidak sesuai harapan

Gara-gara
Twitter
Boubacar Sanogo menjalani tes fisik bersama Madura United, Selasa (2/5/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Mantan pemain Madura United, Boubacar Sanogo, membeberkan pengalamannya bermain di Liga Indonesia. Dia mengaku tidak senang bermain dalam kompetisi di Tanah Air karena fasilitas yang sangat minim.

Striker asal Pantai Gading ini diputus kontraknya oleh manajemen Madura United lantaran penampilannya tidak sesuai harapan. Pemain yang pernah membela klub Jerman, Werder Bremen, sangat tidak produktif lantaran hanya mencetak satu gol.

Sanogo hanya betah merumput di Liga Indonesia selama dua bulan. Berdasarkan data Soccerway, dia hanya bermain 231 menit dalam ajang Liga 1.

Melansir dari media Jerman, T-Online, Sanogo membeberkan pengalamannya bermain di Liga Indonesia. Dia buka suara mengenai pengalamannya yang kurang enak saat merumput di Indonesia karena fasilitas di stadion kurang memadai, jauh berbeda dibandingkan dengan Liga Jerman.

"Saya tidak senang berada di Indonesia, strukturnya bisa dibilang berantakan," ujarnya saat diwawancarai T-Online pada Kamis (9/11/2017).

"Di tempat latihan, kami bahkan tidak memiliki ruang ganti pakaian ataupun tempat mandi," kata Sanogo, pemain timnas Pantai Gading medio 2006-2010 ini.

"Jadi, kami harus berganti pakaian di rumah," tambahnya.


Eks striker Madura United, Boubacar Sanogo.(T-ONLINE)

Cuma tiga bulan

Kebersamaan pemain 34 tahun ini dengan Madura United tidak berjalan lama. "Laskar Sape Kerrap" secara resmi tidak memperpanjang masa kerja Sanogo mulai 10 Juli 2017, menjelang bergulirnya putaran kedua Liga 1.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help