BanjarmasinPost/

Ekonomi dan Bisnis

Gelar Survei, OJK Diminta Dorong Perbankan Lebih Giat Dukung Ekonomi Kalsel

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) khususnya di Kantor Regional IX Kalimantan

Gelar Survei, OJK Diminta Dorong Perbankan Lebih Giat Dukung Ekonomi Kalsel
banjarmasinpost.co.id/acm
OJK Gelar Survei dan FGD 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) khususnya di Kantor Regional IX Kalimantan untuk lebih dorong industri perbankan dukung penuh pembangunan ekonomi di Kalsel.

Disampaikan oleh Staf Ahli Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel H G Burhanuddin mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi di Kalsel yaitu 3 hingga 4 persen sangat membutuhkan peran perbankan yang sangat besar.

Kebutuhan dana baik untuk pengembangan ekonomi termasuk pembangunan infrastruktur sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi sangatlah besar.

Baca: OJK Gelar Survei dan FGD, Begini Tujuannya

Padahal jika sebagian besar keperluan dana dibebankan pada budget belanja fiskal pemerintah provinsi saja tentu akan sangat berat dan bahkan tidak akan berdampak besar dan signifikan.

"Di sini lah kami perlu OJK untuk membuat dan merumuskan regulasi perbankan agar bisa lebih aktif lagi ikut mendorong perekonomian," kata Burhanuddin.

Ia berharap OJK bisa mengadakan diakusi lanjutan yang lebih intens untuk membahas masalah-masalah strategis kedepannya.

Pemerintah Provinsi Kalsel juga berniat untuk mengajak serta OJK dalam kesempatan pembahasan pembangunan seperti musyawarah rencana pembangunan dan yang lainnya.

Hal ini disampaikannya dalam Focus Group Discussion dan Survei Persepsi Kinerja OJK 2017 yang digelar di Kantor OJK Regional IX Kalimantan dan dipimpin oleh Kasubag Direktorat Manajemen Strategis OJK Haramain Billady, Senin (13/11/2017).

Baca: Harga Beras Lokal Kalsel Belum Sesuai HET, Ini Penyebabnya

Pada pertemuan yang sengaja digelar OJK untuk ukur efektifitas dan persepsi publik terhadap OJK ini, OJK juga diminta untuk lebih sering turun langsung ke masyarakat dengan segmentasi yang lebih beragam.

Seperti ke masyarakat awam di segala segmen ekonomi. Karena selama ini pengetahuan masyarakat di Kalsel terhadap tugas, fungsi dan wewenang OJK sendiri masih belum begitu baik dan merata.

Selain H G Burhanuddin, turut hadir juga Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tabalong Hamida Munawarah, Kepala Jurusan Ekonomi Syariah UIN Antasari Haris Faulidi Asnawi dan Sekretaris Jurusan Manajemen FEB ULM Doni Shadi.

Selain itu turut hadir juga dari pihak media Pemimpin Redaksi Radar Banjarmasin Toto Fachrudin dan Redaktur Ekonomi dan Bisnis Banjarmasin Post Anjar Wulandari.

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help